FTMM NEWS – Biochar atau arang hayati merupakan sebuah substansi arang kayu berpori yang berasal dari tumbuhan. Faktanya biochar mengandung karbon yang merupakan hasil dari pirolisis biomassa di bawah suhu tinggi dengan kadar oksigen rendah. Adapun biomassa tersebut berupa kayu, serasah, dan limbah pertanian. Alhasil biochar sangat berguna dalam dunia pertanian sebagai bahan penyubur tanah serta menjaga kesehatan tanah sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Jadi, biochar berfungsi untuk meningkatkan porositas, kapasitas menahan air, agregasi tanah, ketersediaan hara, meningkatkan kehidupan mikroba, dan meningkatkan pH tanah.
Di kota Gresik terdapat sebuah desa dengan perkebunan buah siwalan yang besar yaitu Desa Hendrosari. Faktanya Desa Hendrosari juga menjadi Desa Wisata Lontar Sewu karena kaya akan produksi dari pohon siwalan. Mulanya Desa tersebut menghasilkan banyak sekali buah siwalan sehingga kulit yang terbuang juga tidak sedikit. Akhirnya kulit siwalan akan menjadi limbah pertanian yang dapat mencemari lingkungan jika tidak segera mengolahnya. Faktanya masih terdapat banyak kulit siwalan yang terbuang begitu saja di desa tersebut. Mulanya karena banyak warga yang menilai bahwa kulit tersebut tidak ada manfaatnya.
Dengan tersedianya berbagai artikel maupun media massa yang memberikan pengetahuan dalam mengolah kulit siwalan. Dengan demikian, sudah seharusnya daerah-daerah penghasil siwalan memiliki pemahaman dalam mengolah secara mandiri limbah kulit siwalan menjadi biochar. Alhasil limbah kulit siwalan dapat dimanfaatkan kembali untuk kesehatan tanah dan menambah penghasilan petani siwalan.
Apa kaitannya dengan SDGs?
- SDGs ke-2: “Zero Hunger” penggunaan biochar dalam pertanian dapat meningkatkan kesuburan tanah sehingga produktivitas pangan juga meningkat.
- SDGs ke-12: “Responsible Consumption and Production” karena tidak hanya mengonsumsi buahnya. Namun, juga mengolah limbah kulitnya untuk menjaga kesehatan tanah serta membantu dalam produksi berkelanjutan.
- SDGs ke-13: “Climate Action” karena biochar dapat mengurangi emisi karbon dioksida dengan menyimpan karbon di dalam tanah dalam jangka waktu yang panjang.
Daftar Pustaka
Evizal, R., & Prasmatiwi, F. E. (2023). Biochar: Pemanfaatan dan aplikasi praktis. Jurnal Agrotropika, 22(1), 1-12.
Nitsae, M., Lano, L. A., & Ledo, M. E. (2020). Pembuatan Arang Aktif dari Tempurung Siwalan (Borassus flabellifer L.) yang Diaktivasi dengan Kalium Hidroksida (KOH). Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati, 5(1), 8–15.
Penulis : Egidio Farrel Indrawan
Editor: Muhammad Alesha Fadhana



