Peran Nanokatalis dalam Dunia Industri, Konversi Energi, dan Pencapaian SDGs

FTMM NEWS – Senin (23/10) Fadjar Mulya, S.Si., M.Sc Dosen Rekayasa Nanoteknologi berkesempatan untuk mengunjungi Kampus National University of Singapore (NUS), Singapura. Fadjar bertemu dengan salah satu pakar terkemuka di bidang komputasi nanokatalis, Prof. Sergey Kozlov. Siang itu, kunjungan berlanjut ke College of Design and Engineering.

Prof. Sergey Kozlov  memperdalam pemahamannya tentang katalisis nano selama bertahun-tahun. Pengalaman risetnya yang berharga selama studi PhD di Barcelona dan penelitian pascadoktoral di KAUST, Arab Saudi, menjadikannya sumber pengetahuan yang berharga dalam pemodelan katalisis.

Salah satu aspek yang mengesankan adalah kontribusi Prof. Sergey Kozlov terhadap publikasi ilmiah. Karyanya telah terbit di jurnal-jurnal bergengsi seperti Nature dan jurnal-jurnal terkemuka lainnya yang membahas pemodelan nanokatalisis untuk konversi energi dan topik terkait lainnya. Kiprahnya dalam penelitian ini telah memengaruhi pemahaman tentang bagaimana katalis nano terpakai untuk meningkatkan konversi energi. Selain itu, juga berbagai aplikasi penting lainnya.

Nanokatalis telah menjadi bintang terang dalam dunia ilmu pengetahuan dan industri. Dengan ukuran yang sangat kecil, partikel nanokatalis memiliki luas permukaan yang besar, memungkinkan reaksi kimia berjalan dengan efisiensi yang luar biasa. Ini memiliki aplikasi yang sangat relevan dalam berbagai industri, terutama dalam konversi energi.

Manfaat Nanokatalis

Dalam industri, nanokatalis termanfaatkan dalam proses seperti hidrogenasi, oksidasi, dehidrasi, dan banyak reaksi lainnya. Mereka meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi. Contohnya, dalam industri bahan bakar, nanokatalis digunakan untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi emisi gas buang berbahaya.

Selain itu, konversi energi adalah salah satu bidang di mana nanokatalis berperan sangat penting. Mereka digunakan dalam sel bahan bakar, panel surya, dan berbagai teknologi energi terbarukan. Dengan bantuan nanokatalis, reaksi kimia yang diperlukan dalam konversi energi dapat berlangsung dengan lebih efisien, menghasilkan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Penting untuk mencatat bahwa pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB menjadi agenda penting bagi dunia saat ini. SDG nomor 17 yang menekankan pentingnya kemitraan global dan SDG nomor 7 yang berfokus pada energi terbarukan sangat relevan dalam konteks riset nanokatalis.

Penggunaan nanokatalis dalam energi terbarukan membantu mencapai SDG nomor 7, yaitu “Energi Terjangkau dan Bersih.” Mereka memungkinkan konversi energi yang lebih efisien dan berkelanjutan, berkontribusi pada upaya mengurangi dampak negatif pada lingkungan dan meningkatkan akses ke energi terjangkau.

Selain itu, kolaborasi yang potensial antara laboratorium Prof. Sergey Kozlov dan Program Studi Rekayasa Nanoteknologi di Universitas Airlangga Indonesia sejalan dengan SDG nomor 17, yang menekankan pentingnya kemitraan global untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi semacam ini dapat mempercepat pengembangan teknologi nanokatalis dan berkontribusi pada upaya global untuk mencapai SDGs.

Manfaat Kunjungan ke LN

Kunjungan saya hari ini mengingatkan kita tentang bagaimana riset dan inovasi dalam ilmu nanokatalis memiliki potensi untuk menciptakan dampak positif dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, serta menghasilkan solusi yang berkelanjutan untuk tantangan energi dan lingkungan global. Terima kasih kepada Prof. Sergey Kozlov dan timnya atas wawasan berharga yang telah saya peroleh. Semoga kolaborasi dan penelitian ini terus menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan di masa depan.

 

Penulis: Fadjar Mulya, Andri Hariyanto

Editor: Rizky Astari Rahmania

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts