Webinar Teknik Elektro FTMM Bahas Potensi Energi Terbarukan di Indonesia

FTMM NEWS – Belakangan, perbincangan inovasi pemutakhiran energi terbarukan mencuat tajam ke publik. Hal tersebut mendapat respons yang sangat baik di kalangan masyarakat dan akademisi tanah air.

Terlebih, potensi Indonesia dalam memproduksi energi terbarukan sangatlah tinggi. Menyikapi hal itu, Program Studi (Prodi) Teknik Elektro (TE) Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar webinar The Action of Electrical Engineering Universitas Airlangga pada Minggu (14/3/2021).

Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt, selaku Dekan FTMM dalam pembukaan webinar mengatakan bahwa berdirinya prodi TE dan seluruh prodi baru di FTMM adalah untuk menambah peran sumbangsih pada bangsa. Terlebih, untuk menghadapi permasalahan saat ini membutuhkan ilmu multidisiplin.

“Selain mengusung tema multidisiplin, Elektro siap berkolaborasi dengan segala core keilmuan di lingkungan UNAIR untuk menyelesaikan segala permasalahan,” jelasnya.

Kedepannya, sambung Prof. Dwi, TE akan banyak bersinggungan dengan dunia kesehatan, karena UNAIR sangat kuat penelitian di bidang kesehatan. Hal itu dibuktikan dengan adanya FK dan FKG yang sudah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda dan sangat eksis hingga saat ini.

FTMM juga telah menjalin kerjasama dengan salah satu BUMN besar untuk mendirikan PLTS dengan daya produksi listrik satu MegaWatt. Nantinya, PLTS tersebut akan menjadi laboratorium nyata dan sekaligus kebanggaan bagi TE yang menjadi PIC nya.

Sementara itu, Lilik Jamilatul Awalin S.T., S.Pd., M.T., Ph.D, menjelaskan bahwa kedepannya Teknik Elektro akan fokus pada energi terbarukan. Selain itu, perkembangan TE sangatlah pesat, seperti adanya keterlibatan IoT, AI, Teknologi SCADA, EMS, hingga PLC.

Renewable energy ada berbagai macam, seperti PLTS, PLTPB, PLTA, dan lain sebagainya. Kapasitas cadangan renewable energy di Indonesia sekitar 432 GW,” tandasnya.

Pembangkit listrik yang tersedia saat ini hanya 54 GW atau 11 persen dari stok renewable energy. Sementara, renewable energy yang sudah dimanfaatkan hanya 7 GW saja. Di sisi lain, kondisi pandemi memaksa konsumsi energi listrik melonjak karena aktivitas lebih banyak dijalankan dari rumah.

Hal itu membuktikan bahwa peran engineer elektro sangat krusial dalam penyediaan listrik, sehingga kedepannya tidak akan kekurangan sumber energi. Dari data IERS Indonesia merencanakan sampai tahun 2028 hanya 29 GW (50% dari PLTA dan 26% dari PLTPB). Hingga saat ini status energi bersih di Indonesia hanya 7 GW, 66% dari PLTA dan 27% dari PLTPB. 

“Pembangkit listrik terbarukan lain masih belum maksimal dan bisa dikatakan limit. Maka, pembangunan sentra renewable energy di UNAIR merupakan pengembangan PLTS terbesar di Jawa Timur dan menjadi pusat penelitian pengembangan,” pungkasnya.(*)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts