Blockchain dalam Supply Chain Management Pertanian

Supply Chain

FTMM NEWS – Teknologi Blockchain telah membuka peluang baru bagi manajemen rantai pasokan atau Supply Chain Management (SCM) di sektor pertanian. Hal ini memungkinkan praktik pertanian yang lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan. Dalam menghadapi lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat. Utamanya pada era globalisasi yang membutuhkan strategi bisnis yang adaptif.

SCM menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi suatu perusahaan. Chopra dan Meindl (2016) menyatakan SCM memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan aliran material, waktu, dan lokasi dalam rantai pasokan. Hal ini penting untuk meningkatkan produktivitas secara keseluruhan.

Fungsi Teknologi Blockchain dalam Pertanian

Teknologi ini memungkinkan petani dan pelaku ekonomi terkait untuk lebih efektif mengontrol arus barang dan meningkatkan transparansi dalam proses produksi dan distribusi. Blockchain adalah buku besar digital terdistribusi yang mencatat transaksi dengan aman dan transparan (Utomo, 2021). Blockchain terdiri dari blok-blok yang dihubungkan secara kronologis untuk membentuk sebuah rantai. Setiap blok di blockchain berisi transaksi yang diverifikasi oleh peserta jaringan. Keamanan dan desentralisasi adalah dua karakteristik penting dari teknologi blockchain yang membuatnya cocok untuk diterapkan di SCM.

Dalam SCM pertanian, blockchain dapat membantu mengurangi manipulasi data dan meningkatkan efisiensi. Dengan  Internet of Things (IoT), teknologi blockchain memungkinkan petani  memantau kesehatan tanaman mereka secara real time dan mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi masalah seperti gagal panen atau serangan hama. Perusahaan seperti IBM telah menginvestasikan jutaan dolar dalam mengembangkan teknologi IoT untuk pertanian presisi yang memungkinkan petani  mengoptimalkan hasil panen.

Sementara itu, dengan menghubungkan perangkat IoT ke blockchain, data dapat diakses  dari mana saja secara real time, memungkinkan petani  mengambil tindakan dengan cepat dan efektif. Oleh karena itu, penggunaan teknologi blockchain dalam SCM pertanian merupakan langkah  penting menuju peningkatan efisiensi, transparansi, dan keberlanjutan dalam rantai pasokan pangan. Dengan demikian, kolaborasi antara teknologi blockchain dan SCM dapat menjadi kunci untuk membawa industri pertanian ke level berikutnya.

Daftar Pustaka

Chopra, S. and Meindl, P. (2016). Supply Chain Management: Strategy, Planning, and  Operation. Pearson Education.

Utomo, T. P. (2021). Peluang, Tantangan dan Hambatan. Buletin Perpustakaan Universitas Islam Indonesia, 4 (2), 173-200.

Penulis : Marsha Bintang Pertiwi, Mahasiswi Teknik Industri

Editor : Andri Hariyanto

 

 

Bagikan:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
LinkedIn

Artikel Terkait