Panel Surya Kaca Berbasis STE Solusi Energi Kota

FTMM NEWS – Pertama, saat membicarakan panel surya, orang-orang membayangkan papan hitam besar di atas atap. Karena memakan banyak tempat, bentuk papan itu kurang tepat untuk desain tata kota modern. Akan tetapi, dunia sains sekarang memiliki inovasi baru. Sebagai contoh, para ilmuwan berhasil mengembangkan panel surya bening yang wujudnya menyerupai kaca jendela biasa.

Cara Kerja dan Potensi Material

Sebelumnya, teknologi ini hanya fokus menangkap cahaya Ultraviolet atau Infrared. Sebaliknya, inovasi masa kini makin hebat mengingat bahwa peneliti mulai menerapkan konsep konversi Surya-Termal-Elektrik (STE). Selanjutnya, bagaimana logika kerjanya? Kaca ini memiliki lapisan transparan, yaitu material khusus yang mampu menyerap energi panas dari pancaran sinar matahari. Kemudian, komponen termoelektrik yang menempel di dalam strukturnya segera mengubah perbedaan suhu antara benda tersebut dan udara sekeliling menjadi aliran daya. Singkatnya, penemuan ini bekerja menjaga ruangan tetap sejuk, sekaligus memproduksi energi listrik secara mandiri.

Ilustrasi prinsip kerja jendela penghasil listrik berbasis konversi Surya-Termal-Elektrik (STE). Sumber: Zhang dkk. (2021). 

Selanjutnya, penerapan inovasi ini menawarkan prospek luas bagi infrastruktur dan transportasi masa depan. Melalui integrasi pada kaca halte, jendela mobil, hingga armada kereta, fasilitas publik dapat beroperasi mandiri tanpa instalasi kabel listrik yang panjang dan rumit. Di saat yang sama, pengemudi mampu menghemat bahan bakar karena jendela cerdas tersebut langsung menyuplai kebutuhan kelistrikan kendaraannya. Pada skala arsitektur, dinding kaca gedung bertingkat dapat dirancang menjadi sumber energi mandiri untuk menghidupkan sistem pendingin ruangan.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Tentu saja, para ahli masih terus menyempurnakan teknologi ini. Saat ini, para ilmuwan masih mencari titik seimbang antara tingkat kejernihan kaca dan jumlah listrik yang bisa kaca itu hasilkan. Kaca yang super bening memang memancarkan cahaya dengan sempurna, tapi produksi listriknya masih tergolong kecil. Sebaliknya, kaca yang agak gelap bisa memproduksi listrik jauh lebih besar.

Walaupun demikian, progresnya menjanjikan karena perkembangannya berjalan sangat cepat. Sebagai kesimpulan, inovasi energi bersih ini tidak lagi mewajibkan pembukaan lahan berskala besar. Akhirnya, masyarakat memproduksi listrik secara mandiri dari jendela bangunannya sambil tetap mengamati pemandangan luar secara leluasa.

Daftar Pustaka

Huang, Y., et al. (2026). Semi-transparent solar cells for photovoltaic windows: A review. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 234. https://doi.org/10.1016/j.rser.2026.116884

Wong, V. K., et al. (2025). Semi-transparent solar cells: strategies for maximum power output in cities. Energy & Environmental Science, 18(2). https://pubs.rsc.org/en/content/articlepdf/2024/ee/d4ee03757j

Zhang, Q., et al. (2021). Transparent power‐generating windows based on solar‐thermal‐electric conversion. Advanced Energy Materials, 11(30). https://doi.org/10.1002/aenm.202101213

 

Penulis: Fatimah Amatullah Az Zahra – Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan 2025

Editor: Andri Hariyanto

Bagikan:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
LinkedIn

Artikel Terkait