Mengatasi Krisis Karbon dengan Machine Learning

FTMM NEWSPerubahan iklim yang disebabkan oleh peningkatan emisi karbon dioksida (CO2) menjadi masalah global yang semakin mendesak. Proyeksi ilmiah menunjukkan bahwa jika tidak ada tindakan yang diambil, konsentrasi CO2 di atmosfer bisa mencapai 500 ppm pada tahun 2047, yang merupakan point of no return bagi kelangsungan ekosistem bumi. Peningkatan ini dapat menyebabkan berbagai bencana lingkungan seperti mencairnya lapisan es di kutub, banjir di wilayah pesisir, hingga kerusakan habitat yang berujung pada kepunahan banyak spesies. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi ambang batas emisi karbon dan memahami dampaknya secara lebih mendalam.

Penelitian oleh Harsh Batt di Nirma University India pada 2023 menggunakan dataset komprehensif dari Amerika Serikat. Dataset tersebut terdiri dari 38 fitur, termasuk emisi CO2 tahunan, konsumsi energi berbasis karbon, populasi, dan GDP. Penelitian ini menggunakan algoritma machine learning seperti Support Vector Machine (SVM), K-Nearest Neighbors (KNN), dan Artificial Neural Networks (ANN). Tujuan penelitian adalah menganalisis tren historis dan memprediksi emisi karbon di masa depan. Metode ensemble learning, seperti bagging dan boosting, digunakan untuk meningkatkan akurasi prediksi. Pendekatan ini juga membantu mengatasi overfitting dan memberikan hasil lebih stabil.

Analisis model menunjukkan bahwa diperlukan pengurangan emisi sebesar 6,37% untuk menjaga konsentrasi CO2 pada tingkat yang lebih aman. Sementara itu, pemulihan penuh ke tingkat yang aman, sekitar 316 ppm, memerlukan pembalikan emisi sebesar 23,38%. Faktor sosial-ekonomi seperti pertumbuhan populasi, tingkat konsumsi energi, serta laju pertumbuhan ekonomi terbukti menjadi pendorong utama peningkatan emisi karbon. Studi ini menekankan pentingnya peralihan cepat ke energi terbarukan serta implementasi kebijakan karbon netral. Dengan adanya teknologi prediktif seperti ini, kita dapat merancang kebijakan yang lebih tepat sasaran dan akurat dalam memitigasi perubahan iklim di masa depan dan menyongsong SDGs nomor 13, yaitu Climate Action (Penanganan Perubahan Iklim). 

 

Penulis: Aqila Malfa
Editor: Muhammad Alesha Fadhana

Bagikan:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
LinkedIn

Artikel Terkait