FTMM NEWS – Lean Thinking menunjukkan bahwa aktivitas sehari-hari yang tampak lancar sering kali masih menyimpan inefisiensi tanpa kita sadari. Banyak individu sering melakukan proses tanpa memikirkan segi efisiensinya, kondisi ini membuang waktu, energi, dan sumber daya. Teknik industri menganggap bahwa setiap operasi berperan sebagai sistem yang memiliki input, proses, dan output. Jika kita tidak merancang proses dengan baik, sistem akan menghasilkan kinerja yang buruk. Akibatnya, setiap individu memerlukan metode untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan secara sistematis.
Lean Thinking berfokus pada penghilangan tindakan yang tidak menghasilkan nilai untuk meningkatkan efisiensi. (Lean Construction Institute, n.d.). Pendekatan ini menekankan pentingnya mengidentifikasi aktivitas yang termasuk pemborosan atau waste dalam setiap tahapan proses. Dengan mengurangi atau menghilangkan aktivitas tersebut, proses kerja dapat berjalan lebih sederhana, cepat, dan efisien. Selain itu, Lean Thinking juga membantu meningkatkan kualitas hasil dengan memaksimalkan nilai yang diterima oleh pengguna atau pelanggan.
Menyaring yang Bernilai: Memahami Waste dalam Aliran Proses
Untuk meningkatkan efisiensi sistem, eliminasi waste memegang kunci yang sangat penting. Segala aktivitas yang tidak menghasilkan nilai tambahan disebut waste. Lean Thinking mengelompokkan tujuh jenis waste, yaitu overproduction, waiting, transportation, overprocessing, inventory, motion, dan defect (Adam, 2025). Waktu menunggu dalam antrean adalah salah satu contoh waste jenis waiting. Waste jenis motion memuat gerakan yang tidak perlu saat melakukan pekerjaan.
Lean Thinking membantu menemukan aktivitas yang logis tanpa memerlukan data yang kompleks. Penciptaan nilai, pemetaan aliran proses, pendirian aliran kerja yang lancar, penggunaan sistem tarik, dan perbaikan berkelanjutan adalah prinsip utama Lean Thinking (Do, 2017). Pemahaman terhadap konsep ini membantu seseorang melihat aktivitas sehari-hari sebagai sistem yang dapat dioptimalkan. Hal ini pada akhirnya mendorong terciptanya proses yang lebih efisien dan minim pemborosan dalam berbagai aspek kehidupan.
Dari Hambatan ke Kelancaran: Mengurai dan Menghapus Waste
Waste sering muncul dalam aktivitas sehari-hari dalam bentuk waktu tunggu dan gerakan yang tidak efisien. Antrean yang merupakan sistem pelayanan sederhana adalah contohnya. Proses yang tidak terorganisir menyebabkan pelanggan harus menunggu lebih lama, yang merupakan contoh pemborosan. Selain itu, karyawan sering melakukan gerakan yang tidak perlu berulang kali. Kondisi ini mencakup pembuangan jenis gerakan. Faktor utama yang menyebabkan waste biasanya adalah alur kerja yang tidak terorganisir dan kurangnya standarisasi proses. Sistem yang tidak dirancang dengan baik akan menghasilkan aktivitas yang tidak efisien.
Melalui penyederhanaan prosedur dan penghapusan tindakan yang tidak perlu dapat mencapai sebuah solusi. Dengan mengatur urutan kerja secara logis, seseorang dapat mengurangi sampah. Selain itu, standarisasi proses berkontribusi pada pembentukan alur kerja yang konsisten. Menyesuaikan kapasitas layanan juga dapat mengurangi waktu tunggu. Metode ini membutuhkan pemahaman sistem yang baik, tetapi tidak memerlukan teknologi canggih. Prinsip Lean Thinking meningkatkan efisiensi dan kecepatan operasi. Hasilnya, dengan sumber daya yang sama, sistem dapat menghasilkan output yang lebih optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Adam, A. (2025, August 11). Pengertian Waste Manufacturing dan 7 Jenisnya. Accurate Online. https://accurate.id/marketing-manajemen/waste/
Do, D. (2017, Agustus 5). The five principles of lean. The Lean Way. https://theleanway.net/The-Five-Principles-of-Lean
Lean Construction Institute. (n.d.). What is lean thinking? Lean Construction Institute. https://leanconstruction.org/lean-topics/what-is-lean-thinking/
Penulis : Tiara Almira Kusumanjaya – Teknik Industri
Editor : Andri Hariyanto



