FTMM NEWS – Pertanian menjadi salah satu sektor utama penyerap tenaga kerja di Indonesia. Beberapa sektor pertanian memang menggunakan mesin khusus seperti traktor. Namun, hingga saat ini pekerjaan utama pada bidang ini masih menggunakan tenaga kerja manusia. Tetapi, sektor ini menghadapi banyak tantangan saat memaksimalkan hasil panen. Tantangan tersebut meliputi hama, gulma, germinasi, serta pengaturan jarak tanam. Oleh karena itu, para ahli terus melakukan pengembangan teknologi guna memaksimalkan hasil panen.
Contoh Teknologi Robot dalam bidang Pertanian
Salah satu contohnya adalah Vision Robotics untuk pertanian tanaman selada. Robot ini memiliki sensor canggih untuk memantau jarak antar benih agar tumbuh sehat. Vision Robotics juga mendeteksi daun selada yang rusak kemudian menyemprotnya dengan cairan kimia khusus. Fungsi lain dari teknologi ini adalah untuk membasmi germinasi agar lahan tidak terlalu sesak dan tanaman tidak mudah sakit. Penggunaan Vision Robotics juga dapat mengurangi tenaga kerja secara signifikan.
Ada pula teknologi pertanian yang serupa, yakni Agmechtronix. Teknologi ini menggunakan kamera untuk mendeteksi gulma di antara tanaman. Setelah itu, alat mekanis pada robot akan bergerak otomatis untuk membasmi gulma. Agmechtronix juga membantu mengatur jarak tanaman agar pertumbuhannya lebih optimal.
Berikutnya, terdapat teknologi pertanian bernama Ecorobotix. Teknologi ini berupa drone bertenaga surya yang bergerak secara otonom. Fungsinya adalah membasmi gulma menggunakan herbisida dengan dosis kecil. Ecorobotix bekerja dengan cara mendeteksi gulma melalui sensor. Kemudian, Ecorobotix akan menyemprotkan herbisida dosis kecil ke gulma melalui lengan yang terpasang pada drone.
Teknologi selanjutnya adalah RIPPA, robot rancangan dari ilmuwan Universitas Sydney di Amerika. Robot ini dapat mendeteksi benda asing pada lahan pertanian serta mengumpulkan data untuk hasil panen. RIPPA memiliki basis teknologi precision farming. Teknologi ini berfungsi memprediksi tanaman yang sakit, memperkirakan hasil panen, menunjukkan metrik dari tanaman, dan lainnya.
Untuk pertanian dengan skala kecil, dapat menggunakan teknologi alternatif berupa FarmBot. Robot ini terhubung melalui aplikasi web FarmBot, fungsinya untuk mengatur pengoperasian robot ini. FarmBot memiliki kegunaan untuk membuang air, membuat pupuk, serta aktivitas lain yang membuat tanaman dapat tumbuh lebih baik. Karena kepraktisannya, pengguna dapat mengatur FarmBot sesuai kebutuhan.
Referensi :
[1] I. Richa, “Bisa Atasi Gulma dan Memanen Sendiri, Ini Beberapa Robot Canggih untuk Pertanian Masa Depan,” Malang Times, Apr. 20, 2019. [Online]. Available: https://www.malangtimes.com/baca/38428/20190420/102700/bisa-atasi-gulma-dan-memanen-sendiri-ini-beberapa-robot-canggih-untuk-pertanian-masa-depan
[2] M. Patricia, “Teknologi Pertanian Modern pada Masa Mendatang,” Smart Nation, Dec. 16, 2021. [Online]. Available: https://smartnation.id/artikel/teknologi-pertanian-modern-pada-masa-mendatang-2
[3] A. I. Muslim, “Berbagai Macam Tugas yang Bisa Dilakukan oleh Robot,” Academia.edu, Department of Electrical Engineering, Nusa Putra University. [Online]. Available: https://www.academia.edu/89076949/BERBAGAI_MACAM_TUGAS_YANG_BISA_DILAKUKAN_OLEH_ROBOT
[5] Admin Prokomsetda, “5 Robot Pertanian Masa Depan Paling Menarik,” Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Buleleng, Feb. 05, 2019. [Online]. Available: https://prokomsetda.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/5-robot-pertanian-masa-depan-paling-menarik-30
Penulis : Aisy Marwa Khayrunnisa, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
Editor : Andri Hariyanto



