FTMM NEWS – Penyakit kulit pada kucing peliharaan sering luput dari perhatian pemilik. Selain itu, banyak pemilik melihat gejala awal sebagai hal ringan. Akibatnya, mereka menganggap kondisi tersebut tidak berbahaya. Penyakit seperti scabies, jamur, dan kutu menyebar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, masyarakat sulit mengenali jenis penyakit secara tepat.
Teknologi computer vision menawarkan solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi penyakit. Selain itu, sistem ini menerapkan model deep learning untuk mengenali pola visual kulit. Algoritma seperti YOLO (You Only Look Once) mengenali objek secara real-time melalui lensa kamera. Dengan demikian, teknologi ini bekerja layaknya mata digital yang mengamati detail kecil. Pemilik kucing akhirnya mampu mengenali tanda-tanda penyakit lebih awal.
Cara Kerja Sistem Deteksi
Pertama, sistem memakai kamera ponsel untuk mengambil gambar kulit kucing tersebut. Selanjutnya, gambar masuk ke tahap analisis melalui model pembelajaran mesin. Mesin mengenali ciri spesifik seperti bercak, luka, serta perubahan warna. Kemudian, model mengelompokkan kondisi menjadi beberapa kategori penyakit atau kondisi sehat. Dengan demikian, hasil analisis muncul cepat sehingga pengguna memahami kondisi kucing.
Sebagai contoh, seorang pemilik kucing melihat hewannya sering menggaruk area tubuh tertentu. Kemudian, pemilik mengambil gambar pada area kulit yang nampak bermasalah tersebut. Sistem memproses gambar dan menunjukkan kemungkinan scabies atau infeksi jamur. Oleh karena itu, informasi ini membantu pemilik mengambil langkah penanganan lebih cepat. Akibatnya, tindakan sigap mampu mengurangi risiko penyebaran penyakit kulit.
Dampak dan Manfaat Teknologi
Teknologi ini membawa manfaat besar bagi masyarakat, khususnya pecinta hewan. Selain itu, sistem mendukung proses deteksi awal dalam waktu yang sangat singkat. Teknologi ini juga berjalan lancar pada perangkat sederhana seperti ponsel. Dengan demikian, akses teknologi menjadi lebih luas serta terjangkau. Inovasi ini mendorong kesadaran masyarakat terhadap kesehatan hewan peliharaan.
Sebagai kesimpulan, pemanfaatan computer vision membuka peluang besar dalam bidang kesehatan hewan. Selain itu, inovasi ini membantu masyarakat mengenali penyakit lebih cepat dan tepat. Kolaborasi antara teknologi dan pengguna menjadi kunci keberhasilan solusi ini. Dengan demikian, masyarakat semakin peduli terhadap kualitas hidup kucing mereka. Pada akhirnya, pemantauan rutin memastikan kualitas hidup hewan peliharaan tetap baik.
Referensi
Meilita, B., & Yustanti, W. (2024). Cat skin disease detection system using You Only Look Once (YOLO) v8 algorithm: Sistem deteksi penyakit kulit kucing menggunakan algoritma You Only Look Once (YOLO) v8. Journal of Emerging Information Systems and Business Intelligence (JEISBI).
Ramadhani, S. A. (2025). Animal protection system cats and dogs approaching the substance with the mini computer. Jurnal CHIPSET.
Penulis: Arya Prasetya Wibawa – Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan 2025
Editor: Andri Hariyanto



