Gunakan Drone untuk Bantu Petambak, Dua Mahasiswa Teknik Industri Sabet Juara I Ajang Nasional

FTMM NEWS – Mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga kembali meraih titel juara I dalam kancah nasional. Kali ini, prestasi tersebut disabet dalam ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Airlangga Maritim Week (AMW) Minggu, 24 Oktober 2021. Tim yang terdiri dari dua mahasiswa tersebut mengusung ide penggunaan drone amfibi. Kegunaannya demi mengoptimalkan kualitas dan kuantitas hasil panen perikanan budidaya bernama ‘Water Flutter Drone’.

Keduanya adalah Novera Indriani dan Nareswari Natha Udiyani yang merupakan mahasiswa Teknik Industri. Novera, selaku ketua tim memaparkan jika Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Maka, tidak heran jika Indonesia memiliki sumberdaya perikanan laut yang beragam dan melimpah. Namun, dia menyayangkan potensi perikanan Indonesia belum optimal. Terutama pada lahan perikanan budidaya.

Pasalnya, dalam budidaya ikan kerap terjadi pencemaran pada kolam akibat sisa pakan. Hal itu tentu akan mengganggu ikan atau udang di dalamnya. Selain pakan, peran kualitas air juga  sangat vital, sebab sebagai indikator keberhasilan budidaya.

“Pengelola tambak perlu melakukan pemantauan kualitas air setiap hari sebanyak dua kali. Maka, kami berupaya mengoptimalkannya teknologi yang sudah ada, yaitu drone,” ungkap Novera.

“Drone yang ada saat ini kebanyakan hanya mampu mengambil gambar dan video saja, dan belum terlalu terlihat manfaat lainnya,” imbuhnya.

Momen Pengumuman Pemenang Airlangga Maritime Week

Water Flutter Drone

Water Flutter Drone memiliki sensor yang mampu memudahkan petambak mengukur kualitas air, seperti suhu, ph, dan oksigen. Selain itu, terdapat pula sensor LiDar yang berfungsi untuk pemetaan kincir air dan pemantauan kolam dari sisi atas. Sensor cahaya LDR untuk mengecek sisa pakan dalam kolam, dan sensor sonar untuk mengukur  kepadatan ikan.

“Kualitas air perlu melalui pengecekan secara berkala, kemudian tindakan ketika terjadi nilai yang tidak ideal. Hal itu akan meminimalisir kegagalan panen, sehingga membantu perekonomi petambak,” ujarnya.

Novera dan rekannya tidak serta merta menawarkan solusi water flutter drone. Melainkan berdasar hasil observasi terhadap petani ikan, sehingga hasilnya pun cukup representatif.

“Jadi kami bisa memahami kebutuhan teknologi seperti apa yang dibutuhkan oleh pengelola perikanan budidaya saat ini,” jelas Novera.

Selain memberikan ide untuk petambak, mereka juga turut mendorong ketercapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 1 tanpa kemiskinan dan SDGs ke 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Sebagai penutup, Novera mengungkapkan harapannya agar inovasinya dan tim benar-benar terealisasi dan membantu kebutuhan perikanan.

“Harapan kami agar inovasi water flutter drone ini dapat direalisasikan dan membantu pengelola perikanan budidaya yang ada di Indonesia sehingga dapat mengoptimalkan kuantitas  dan kualitas hasil panen yang mereka peroleh,” terangnya.(*)(vir/wil)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts