FTMM NEWS – Kemajuan teknologi memang membawa dampak besar, terutama di dunia sains data. Banyak yang mempertanyakan apakah profesi data scientist, data analyst, dan data engineer masih akan relevan di masa depan. Hal ini karena AI berpotensi menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia. Namun, meskipun AI dapat menyelesaikan tugas berulang dan menganalisis data besar dengan cepat, ada satu hal yang tetap tidak bisa digantikan: peran manusia dalam memberikan konteks dan membuat keputusan strategis.
Menurut McKinsey & Company (2021), meskipun teknologi AI dapat mengerjakan beberapa pekerjaan, kebutuhan akan profesional yang memahami konteks data dan dapat menerjemahkan hasil analisis menjadi keputusan bisnis yang tepat tetap ada. Dengan demikian, meskipun AI kuat dalam menganalisis data, ia tidak dapat memahami dampak sosial dan etika yang mungkin timbul dari keputusan tersebut.
Lantas, apa keunggulan setiap profesi tersebut?
Selain itu, data engineer juga memiliki peran penting yang tidak dapat digantikan oleh AI. Mereka merancang dan membangun infrastruktur yang mendukung pemrosesan data yang efisien. Seiring berkembangnya AI, tugas data engineer justru semakin penting, yaitu untuk memastikan infrastruktur yang memungkinkan AI beroperasi dengan optimal. Deloitte Insights (2020) menyatakan bahwa meskipun AI dapat mengotomatisasi tugas yang berulang, keputusan kompleks yang melibatkan data tetap memerlukan sentuhan manusia.
Sementara itu, profesi data scientist dan data analyst juga berperan penting dalam merancang model yang sesuai dengan kebutuhan bisnis serta memastikan bahwa hasil analisis yang dihasilkan oleh AI bisa diterima dan digunakan dengan baik oleh organisasi. Lebih dari itu, peran manusia juga penting dalam menjembatani komunikasi antara data dan pengambilan keputusan. Harvard Business Review (2020) menyebutkan bahwa meskipun AI dapat menggantikan beberapa pekerjaan, kebutuhan akan pemecahan masalah yang berfokus pada pemikiran manusia akan selalu memastikan keberadaan profesi ini dalam dunia kerja.
Secara keseluruhan, meskipun AI akan mempengaruhi banyak aspek pekerjaan, pemahaman manusia terkait pengambilan keputusan tetap menjadi faktor yang tak tergantikan. Oleh karena itu, profesi dalam sains data akan terus bertahan, beradaptasi, dan berkembang seiring waktu.
Daftar Pustaka:
McKinsey & Company. (2021). The Future of Work in the Age of AI. McKinsey Global Institute.
Deloitte Insights. (2020). The State of AI in the Enterprise, 2020. Deloitte Insights.
Harvard Business Review. (2020). AI and the Future of Work. Harvard Business Review.
Nama : Joeang Ikhsan Maulana – Teknologi Sains Data
Editor : Angga Iryantoo Pratama



