FTMM NEWS – Plastik konvensional menjadi bagian integral kehidupan masyarakat berkat sifatnya yang ringan, murah, dan mudah diproduksi. Namun, dalam 70 tahun terakhir, hal ini memicu akumulasi sampah signifikan, terutama di lautan. Data United Nations Environment Program (UNEP) 2021 memprediksi sampah plastik di ekosistem perairan dapat meningkat drastis dari 9–14 juta ton (2016) menjadi 23–37 juta ton per tahun pada 2040, menjadikannya problematika global yang mengkhawatirkan.
Sebagai respons, plastik biodegradable hadir sebagai alternatif utama. Inovasi ini kian marak, dengan produsen berlomba-lomba menciptakan kemasan ramah lingkungan untuk produksi massal. Pertanyaannya, apakah material ini benar-benar menjadi solusi efisien bagi krisis lingkungan saat ini?
Apa saja yang tersedia saat ini?
Secara teknis, terdapat beberapa jenis inovasi plastik: biodegradable (bahan organik yang dapat terurai), oxo-degradable (mengandung pro-oksidan untuk mempercepat degradasi), dan compostable (terurai hayati pada kondisi suhu tinggi di fasilitas industri). Namun, efektivitasnya sering disalahpahami. Laporan UNEP (2015) menegaskan bahwa laju degradasi sangat bergantung pada jenis polimer dan kondisi lingkungan. Penelitian Imogen Napper dan Richard Thompson (University of Plymouth) memperkuat hal ini, mereka menemukan bahwa setelah tiga tahun pengujian di tanah, udara, dan laut, keempat jenis plastik tersebut tetap utuh. Bahkan, beberapa justru terfragmentasi menjadi mikroplastik dan nanoplastik yang lebih berbahaya bagi ekosistem hayati.
Temuan ini membuktikan bahwa plastik biodegradable sekalipun memerlukan kondisi ideal yang spesifik agar dapat terurai sempurna. Material ini memiliki potensi positif sekaligus risiko lingkungan yang signifikan. Fenomena ini menjadi pengingat keras bahwa pelabelan “ramah lingkungan” tidak serta-merta menghapus masalah. Penggunaan plastik yang berlebihan—baik organik maupun sintetis—tetap mengancam kelestarian lingkungan di masa depan. Oleh karena itu, perlu adanya kebijakan pengelolaan sampah yang komprehensif dan perubahan perilaku konsumen untuk benar-benar mengurangi beban ekologis planet ini.
Daftar pustaka:
Kershaw, P. J. (2015). Biodegradable plastics and marine litter: Misconceptions, concerns and impacts on marine environments. United Nations Environment Programme.
United Nations Environment Programme. (2021). From pollution to solution: A global assessment of marine litter and plastic pollution
Penulis: Luthfi Ahmad Husein
Editor: Muhammad Alesha Fadhana



