FTMM NEWS – Data science semakin berkembang pesat dalam berbagai bidang. Banyak perusahaan menggunakan data science untuk mengambil keputusan penting. Namun, proses ini memerlukan energi yang cukup besar. Komputasi intensif dalam analisis data menguras sumber daya listrik yang signifikan. Pelatihan model kecerdasan buatan terutama membutuhkan daya yang besar.
Banyak pusat data menjalankan proses komputasi yang kompleks untuk data science. Mereka menyimpan dan mengolah data dalam jumlah besar setiap hari. Aktivitas ini menyebabkan konsumsi energi yang tinggi. Kondisi ini memicu kebutuhan mendesak untuk beralih ke energi terbarukan.
Energi terbarukan menawarkan solusi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan renewable energy, kita dapat mengurangi dampak negatif penggunaan energi di teknologi data sains. Oleh karena itu, integrasi energi terbarukan menjadi langkah penting dalam mengimbangi kebutuhan komputasi yang terus meningkat. Hal ini memungkinkan pengembangan data science yang tetap efisien sekaligus ramah lingkungan.
Inovasi Energi Terbarukan
Seiring berkembangnya teknologi, banyak inovasi yang memanfaatkan data science untuk pengelolaan energi ramah lingkungan. Salah satu teknologi unggulan adalah smart grid. Smart grid menggunakan teknologi data untuk mengelola jaringan listrik secara canggih dan efisien. Teknologi ini mengoptimalkan distribusi listrik sehingga energi dapat mengalir dengan lebih efisien. Penggunaan ribuan sensor di seluruh jaringan memungkinkan penyesuaian pasokan listrik secara real-time. Dengan begitu, konsumsi energi menjadi lebih hemat dan kebocoran energi dapat teratasi.
Sumber https://www.cloudcomputing.id/pengetahuan-dasar/apa-itu-smart-grid
Contoh nyata lain pemanfaatan renewable energy untuk data science adalah Green Data Center seperti EDGE DC di Jakarta. Data center ini menggunakan 100% energi terbarukan dari PLN melalui Renewable Energy Certificate (REC), sehingga mengurangi jejak karbon secara signifikan. EDGE DC juga menerapkan teknologi pendinginan inovatif yang dapat menekan konsumsi listrik sehingga lebih efisien. Selain tenaga surya dan angin, EDGE DC menggunakan sumber energi terbarukan lain seperti panas bumi juga potensial. Dengan mengintegrasikan energi terbarukan, data center bisa terus menjalankan komputasi besar tanpa boros energi fosil.
Kesimpulan
Kesimpulannya, Renewable energy sangat penting untuk mendukung operasi data science agar lebih efisien dan ramah lingkungan. Teknologi ini mendorong pengurangan pemborosan energi dan biaya yang terkait. Dengan memanfaatkan energi bersih, data science bisa menjaga kesinambungan sumber daya alam. Inovasi energi terbarukan juga membantu teknologi digital berkembang dengan tanggung jawab lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan renewable energy menjadi kunci untuk masa depan data science yang berkelanjutan dan hemat energi.
DAFTAR PUSTAKA
Dawson, Billy. (2023). Data Science Harapan Baru untuk Masa Depan Energi Terbarukan. Kumparan.
DQLab. (2024). Pengolahan Energi Bersih: Contoh Data Science di Keseharian.
Penulis: Gabriel Samuel Haullussy – Teknologi Sains Data
Editor: Angga I. Pratama



