FTMM NEWS – Seiring perkembangan zaman yang didukung dengan infrastruktur bangunan yang semakin megah, kebutuhan akan energi terus meningkat juga. Penggunaan energi inilah yang juga menghasilkan emisi karbon global besar-besaran, terutama melalui sistem pendingin dan pemanas yang intensif. Padahal dampak emisi karbon pada lingkungan sangat mengkhawatirkan. Maka dari itu, di era modern ini penggunaan energi sangat dipertimbangkan dan menjadi fokus utama pengembangan teknologi yang efisien dan ramah lingkungan. Oleh karena itu, muncul-lah inovasi Smart Windows Berbasis nanokristal perovskite, yang sengaja dirancang sebagai solusi dalam mengatur transmisi sinar matahari dan panas secara dinamik, sehingga mengontrol pencahayaan yang nyaman dan menyusut biaya operasional bangunan. Artikel ini mengulas penelitian dari City University of HongKong mengenai Smart Windows berbasis perovskite termokromik yang diaktifkan oleh cahaya inframerah-dekat (near-infrared, NIR) (Liu et al., 2022).
Nanokristal perovskite telah menunjukkan potensi besar dalam aplikasi elektrokromatik. Sifatnya yang elektrokromatik ini memungkinkan untuk terjadinya perubahan warna ketika arus listrik mengalir melaluinya. Selain itu, T-Perovskite memiliki fleksibilitas yang baik jika dikombinasikan dengan material cesium-doped tungsten trioxide (CWO), menghasilkan peningkatan efisiensi penyerapan inframerah dekat (NIR) yang termasuk bagian spektrum radiasi sumber pemanasan. Material ini tidak mempengaruhi transparansi cahaya tampak, sehingga memungkinkan pencahayaan alami tetap optimal. Perovskite juga responsif terhadap suhu, yang mana dapat bertransisi dari keadaan transparan ke buram dengan seiring perubahan suhu. Jika terpapar sinar matahari, material T-Perovskite menyerap hingga 78% cahaya NIR. Penyerapannya yang tinggi ini membuat material T-Perovskite efektif diterapkan sebagai penyusun Smart Windows dengan tujuan meredam panas radiasi sehingga suhu ruang lebih terkontrol.
Apakah terbukti?
Dalam masa pengujiannya, Smart Windows ini terbukti mampu menurunkan suhu ruangan hingga 8°C. Lapisan CWO yang menyerap 90% NIR berfungsi sebagai medium fototermal, sementara lapisan low-emissivity (Low-E) menahan radiasi inframerah-menengah untuk mengontrol suhu di dalam ruangan. Smart window ini mengurangi beban energi pada sistem pendingin tanpa memerlukan tambahan energi dari sumber lain, sehingga menawarkan solusi hemat energi yang praktis. Smart Windows berpotensi besar dalam penghematan energi di iklim tropis dan subtropis yang memiliki intensitas cahaya tinggi sepanjang hari karena kemampuannya dalam menyaring cahaya matahari di berbagai spektrum.
Teknologi Smart Windows berbasis nanokristal perovskite menawarkan solusi inovatif dalam upaya penghematan energi yang ramah lingkungan. Keunggulan lain dari teknologi ini adalah kemampuannya untuk diproduksi secara hemat biaya, menjadikannya sangat solutif bagi berbagai kalangan. Dengan adopsi luas, smart windows berbasis nanokristal perovskite dapat berkontribusi secara signifikan dalam menurunkan emisi karbon global, mendukung terciptanya masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Dengan fitur-fitur unggulannya, teknologi ini siap untuk menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan energi global.
Sumber:
Liu, S., Li, Y., Wang, Y., Yu, K. M., Huang, B., & Tso, C. Y. (2022). Near‐infrared‐activated thermochromic perovskite smart windows. Advanced Science, 9(14), 2106090. https://doi.org/10.1002/advs.202106090
Penulis: Auliya Mar’Atus Sholekhah
Editor: Muhammad Alesha Fadhana


