Portable Generator Berbasis Green-Technology

FTMM NEWSTrend globalisasi kuat kaitannya dengan permintaan konsumsi energi listrik yang merajalela. Per tahun 2024, penggunaan listrik di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat, sejalan dengan target pemerintah dan tren pertumbuhan permintaan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan konsumsi listrik per kapita sebesar 1.408 kWh, meningkat dari realisasi 1.285 kWh pada tahun 2023. Kenaikan permintaan listrik ini diantisipasi naik sekitar 4,2% dibanding tahun sebelumnya, dengan total konsumsi nasional mencapai sekitar 283,12 TWh​. 

Dengan banyaknya permintaan dari konsumen terkait energi listrik, tentunya banyak masalah lingkungan yang terjadi. Pembakaran bahan bakar fosil menjadi salah satu faktor utama. Menghasilkan gas rumah kaca (GRK), seperti karbon dioksida (CO2), yang berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim. Disini, perkembangan panel surya menjadi pilihan utama dalam mengolah energi listrik berbasis ramah lingkungan. Namun, ada 1 lagi teknologi yang terus mengalami perkembangan dan menjadi perhatian bagi para peneliti, yaitu nanogenerator. Berfokus untuk mewujudkan SDGs poin 7 yaitu energi bersih dan terjangkau, membuat perkembangan penelitian ini menjadi menarik dari sudut pandang konsumen.

Apa itu Nanogenerator?

Biasa dikenal dengan triboelectric nanogenerator berbasis limbah kulit jagung dan polistiren yang mampu mengonversi energi getaran menjadi energi listrik dengan daya tinggi dan stabil. Beroperasi berdasarkan mode kontak-separasi vertikal antara lapisan triboelektrik. Saat pelat ditekan bersama oleh gaya eksternal, kontak antara kulit jagung dan polistiren menghasilkan muatan elektrostatik melalui triboelektrifikasi. Dalam pengujiannya, TENG mempunyai stabilitas hingga 25,211 siklus pada 14 Hz, dengan hasil tegangan tetap stabil setelah 30 menit pengoperasian. Pengisian kapasitor (33 µF hingga 470 µF) dilakukan untuk menunjukkan kemampuan penyimpanan energi. Dapat mengisi kapasitor hingga 3V pada waktu pengisian tertentu, menunjukkan bahwa alat ini mampu menyuplai energi ke perangkat elektronik kecil​. Namun, masih membutuhkan penelitian lebih lanjut apabila ingin teraplikasikan dalam alat elektronika dengan skala yang besar. 

Referensi

Elvira-Hernández, E. A., Hernández-Hernández, J., de León, A., Gallardo-Vega, C., Delgado-Alvarado, E., López-Huerta, F., & Herrera-May, A. L. (2024). Green energy harvesting to power electronic devices using portable triboelectric nanogenerator based on waste corn husk and recycled polystyrene. Energy Reports, 11(December 2023), 276–286. https://doi.org/10.1016/j.egyr.2023.11.059

Penulis: Alya Keisya Wahyudi

Editor: Muhammad Alesha Fadhana

Bagikan:

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
Email
LinkedIn

Artikel Terkait