Webinar Energi Baru Terbarukan, Prof. Nasih: Jangan Tinggalkan Bumi yang Rusak untuk Anak Cucu, Riset Pengoptimalan EBT akan Mampu Menjaga Lingkungan

FTMM NEWS – Pengembangan energi baru terbarukan (EBT) saat ini kian marak dan mendapat perhatian khusus dari banyak pihak. Dalam hal ini Universitas Airlangga melalui Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) meresponsnya dengan rencana pembangunan PLTS guna menunjang mahasiswa Teknik Elektro untuk mencurahkan energi muda dan inovasinya.

Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt, selaku Dekan FTMM mengungkapkan bahwa sejak pandemic berlangsung kebutuhan energi listrik meningkat pesat. Hal ini tidak diimbangi dengan sisi produktivitas energi yang bersih, karena selama ini masih bergantung pada bahan bakar fosil.

“Bumi sudah lelah, pencemaran lingkungan kian marak, sumber energi fosil semakin menipis, pandemi menyadarkan kita bahwa bumi berat menanggung pencemaran dan eksploitasi,” ungkapnya dalam gelaran seminar nasional Renewable Energy: Indonesian Prospects & Alternatives Toward Clean Environment pada Jum’at (26/3/2021).

Acara yang disiarkan melalui Zoom dan YouTube FTMM UNAIR tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan menarik euforia yang sangat tinggi. Menurut Prof. Dwi, EBT merupakan solusi atas permasalahan energi bersih di Indonesia dan dunia.

Hal tersebut selaras dengan kebijakan Smart University UNAIR pada 2020-2025 yang mengusung tagline Meaningful Research and Community Services. Salah satu programnya, yakni pembangunan EBT guna penelitian dan pengembangan yang berdampak pada masyarakat.

“Melalui FTMM, UNAIR mengambil langkah untuk menginisiasi riset EBT dalam mengatasi problematika energi bersih,” imbuhnya.

Energi Baru Terbarukan untuk Bumi yang Bersih dan Masa Depan

Sementara itu, Prof. Dr. Moh. Nasih, S.E., M.T., Ak., CMA, menegaskan bahwa pengoptimalan teknologi EBT merupakan bagian dari SDG’s. Hal itu menurutnya sangat penting, mengingat pembangunan dan aktivitas yang dilakukan bukan hanya untuk hari ini dan untuk kita saja, melainkan juga untuk generasi masa depan.

“Kita harus memikirkan apa yang akan ditinggalkan pada anak cucu kita di masa depan, jangan sampai mereka menerima bumi yang rusak atas ulah kita. Maka, dengan langkah bersama saat ini riset EBT menjadi alternatif tepat yang dapat kita berikan dan tetap menjaga lingkungan,” ujar Prof. Nasih.

Permasalahan lingkungan, sambung Prof. Nasih, merupakan cerminan dari pola dan kualitas hidup kita. Terlebih belakangan Isu-isu environment menjadi sangat pokok, ini berkaitan erat dengan EBT. Salah satu bukti kerusakan alam adalah perubahan iklim yang sulit ditebak, bahkan dengan majunya IPTEK nyatanya iklim juga berubah dengan hukum alamnya.

Salah satu isu yang concern di telinga akademisi kampus adalah energi yang berasal dari fosil tidak mudah diperbarui. Selama ini, sebanyak 61% listrik diproduksi dari energi fosil dan tergolong menghasilkan pencemaran lingkungan.

EBT sebagai Solusi yang Tepat

Untungnya, terdapat EBT yang hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut. EBT memiliki banyak kelebihan dibanding energi fosil, yakni lebih bersih, persediaannya sangat banyak, mudah diperbarui, dan ramah lingkungan.

“Salah satunya dengan memanfaatkan energi matahari sebagai PLTS, UNAIR memiliki komitmen tinggi dalam riset EBT, hal itu diawali dengan membuka FTMM dan kelima Prodinya,” jelasnya.

Prodi di FTMM menurut Prof. Nasih adalah jawaban yang diberikan UNAIR untuk mengatasi permasalahan bangsa, seperti bidang energi. Berawal dari laboratorium kampus, Prof. Nasih berharap dapat ditemukan skala pilot hasil penelitian energi yang dapat diproduksi masal dan disebarluaskan kepada masyarakat.

“Kebaikan itu seperti bola salju kecil yang terus bergulir,” tambahnya.

Prof. Nasih berharap dengan langkah yang tepat, semoga tidak meninggalkan bumi yang rusak pada anak cucu, melainkan alam yang indah dan penuh kebahagiaan. Selain itu, melalui FTMM semoga dapat menghasilkan produk-produk terbaik sebagai kontribusi nyata Universitas Airlangga dalam menangani permasalahan bangsa.(*)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts