Usung Ide SMARTRY BOOTCAMP Untuk Percepat Penyebaran Manufaktur, Tiga Mahasiswa Teknik Industri Sabet Gelar Juara 1 Internasional dan Tim Terfavorit

FTMM NEWS – Ksatria Airlangga kembali torehkan prestasi di tingkat nasional. Kali ini, Safardi Samsa bersama tim berhasil meraih juara 1 dan Favorite Team dalam ajang White Paper Competition Industrial Worshop 2021. Pelaksana agenda tersebut adalah Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu (11/09/21).

Safardi -sapaan akrabnya- menjelaskan bahwa timnya mengusung topik “Digital Transformation for Maximizing Workforce Efficiency”. Pemilihan topik tersebut lantaran sangat berhubungan dengan keadaan yang saat ini berpengaruh dengan pekerja.

“Awal mula idenya dari banyak pekerja Work from Home (WFH) dan banyak pengusaha yang gulung tikar karena tidak mampu membayari karyawan. Maka, harus ada strategi supaya kantor dapat memperoleh win-win solution dengan salah satunya investasi di produk kami, yaitu “HEIDI”,” terang mahasiswa Teknik Industri itu.

Bagi Safardi, persiapan yang ada bukan tanpa kendala. Safardi menjelaskan terdapat dua kendala utama, yakni waktu dan pikiran. “Pertama adalah waktu, kami bertiga saat itu benar-benar ada kesibukan masing-masing, sehingga mengerjakannya mepet deadline. Bahkan untuk pengumpulan final tersisa 2 menit sebelum penutupan,” tandasnya.

 

Munculnya Ide

Baginya, pikiran menjadi kunci untuk memastikan ide yang hadir dapat terealisasikan di dunia nyata. Bukan tanpa sebab, sambungnya, pada saat merancang solusi studi kasus final, Safardi dan tim tiga kali mengganti ide bahkan ide terakhir muncul ketika H-1 pengumpulan.

“Ide pertama adalah solusi data geospasial untuk penyebaran, namun sudah ada yang membuat. Lalu, ide kedua adalah aplikasi dan alat smart manufacture, namun dari Telkomsel sebagai penyedia studi kasus sudah punya semuanya. Kami bingung bagaimana mencari solusi terbaik pada studi kasus Telkomsel karena sudah banyak fiturnya. Akhirnya kami menemukan solusi terakhir yaitu “SMARTRY BOOTCAMP” yang berfokus untuk mempercepat penyebaran smart manufacture di Indonesia,” jelasnya.

Dukungan orang tua juga tak luput dari keberhasilan timnya. Safardi mengungkapkan bahwa ia  sering bertukar pikiran dengan orang tua untuk meminta pendapat terkait perancangan ide tersebut. Lebih lanjut, keluarga juga turut serta membantu usaha mereka dengan turut menyebarkan video presentasi yang di unggah untuk mendapat like terbanyak. Serta tak lupa memberikan dukungan doa dan terus menyemangati saat pesimis dan ingin menyerah.

Menurut Safardi, inovasinya dan tim tersebut berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut lagi guna mendukung industri di Indonesia, terutama di era industri 4.0 ini. Hal ini, sambungnya, sangat memungkinkan untuk dijadikan produk siap pakai.

“Ilmu kami dalam hal mengeksekusikan ini masih kurang. Kami akan mempelajari lebih lanjut ataupun melalukan kerja sama dengan pihak yang berpotensi dalam hal itu,” terangnya.

Safardi berharap mengikuti kompetisi tersebut menjadi ajang yang terus menguatkan problem solving. Ide tersebut bisa diwujudkan menjadi sebuah inovasi perubahan untuk Indonesia. (*)(dhe/wil)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

X