Upgrade E-Learning Dengan Big Data

FTMM NEWS – Revolusi Industri 4.0 memiliki skala cakupan, ruang lingkup, dan kompleksitas yang lebih luas dibandingkan dengan revolusi industri sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh pesatnya perkembangan teknologi di era revolusi industri 4.0 ini. Konsep revolusi industri 4.0 berfokus pada pengembangan dan pengaplikasian dari artificial intelligence (kecerdasan buatan) (Setyowati & Nasir Ahmad, 2021) pada kehidupan manusia. Tentunya revolusi industri ini memiliki dampak yang besar pada berbagai sektor, misalnya pada sektor pendidikan, sektor ekonomi, sektor pelayanan publik, hingga sektor pemerintahan.

Apa itu e-learning?

Salah satu dampak revolusi industri pada sektor pendidikan, terutama pada bidang teknologi  komunikasi dan informasi, adalah lahirnya metode belajar e-learning. Metode belajar e-learning sebenarnya adalah metode belajar konvensional yang dituangkan ke dalam bentuk digital (Silahuddin, 2015). Metode ini dikembangkan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh dengan menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran. Metode e-learning berkembang pesat pada masa pandemi COVID-19 lalu, ketika para peserta didik, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), hingga mahasiswa, dan juga tenaga pengajar dituntut untuk melakukan pembelajaran secara daring. Metode e-learning muncul menawarkan solusi berupa kemudahan akses terhadap bahan ajar, tidak hanya itu saja, media pengajaran yang disediakan juga beragam dan variatif, mulai dari infografis, audio-visual atau video, text, program interaktif, dan lain sebagainya. E-learning berfungsi untuk mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan ajar, interaksi antara peserta didik dan peserta didik lainnya, serta tentunya interaksi antara peserta didik dan tenaga pengajar.

Manfaat E-learning

Adanya metode e-learning pastinya memiliki banyak manfaat dalam sistem pembelajaran. Berbagai manfaat berikut ini tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga dirasakan oleh tenaga pengajar.

  1.     Dapat menghemat biaya pendidikan.

Menghemat pembelian buku penunjang pembelajaran dan pengumpulan tugas, serta menghemat biaya transportasi. Peserta didik hanya perlu membeli paket data internet.

  1.     Dapat menghemat waktu.

Peseta didik maupun tenaga pengajar dapat menghemat waktu untuk mencari dan mengakses materi ajar, mengumpulkan tugas yang ada, dan menghemat waktu perjalanan. Selain itu, peserta didik maupun tenaga pengajar tidak memerlukan banyak waktu untuk bertemu di kelas.

  1.     Lebih praktis.

Metode e-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan materi. Peserta didik dapat langsung membuka web maupun aplikasi e-learning yang disediakan dan dapat mengunduh materi yang ada serta mengumpulkan tugas yang dibebankan. Tidak hanya itu, peserta didik juga dapat belajar mandiri menggunakan media elektronik apa saja, mulai dari handphone hingga laptop,. yang mana di era 4.0 sekarang ini, hampir semua orang memiliki handphone.

  1.     Lebih fleksibel.

Peserta didik dapat mengakses materi secara berkelanjutan, kapan saja, dan dimana saja. Sehingga waktu belajar peserta didik menjadi fleksibel.

  1.     Memungkinkan untuk memantau keaktifan peserta didik.

Di beberapa web e-learning, tenaga pengajar dapat memantau seberapa sering peserta didik mengakses bahan ajar yang tersedia.

  1.     Metode e-learning juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Banyak fitur belajar baru yang dapat diakses oleh siswa.

Namun, pada kenyataannya, penggunaan e-learning belum terlaksana sesuai dengan tujuan dasarnya yakni meningkatkan aktivitas belajar mandiri siswa. Disamping banyaknya manfaat dan dampak positif yang diberikan, ternyata metode e-learning memiliki beberapa hal yang perlu diperbaiki. Pertama, metode e-learning saat ini belum seutuhnya menerapkan model Learning Management System (LMS). Learning Management System atau yang biasa disingkat LMS adalah perangkat lunak untuk mengelola konten online sekaligus manajemen pembelajaran agar lebih mudah dan fleksibel. LMS berfungsi agar sumber pembelajaran peserta didik dapat terkelola dengan baik. Kedua, e-learning belum terpusat pada karakteristik atau minat bakat yang dimiliki para siswa. Biasanya, e-learning hanya mengedepankan penyampaian materinya saja, tidak mempertimbangkan aspek lainnya, misalnya daya terima peserta didik terhadap materi ajar ataupun. Setiap peserta didik memiliki cara atau gaya belajar yang berbeda, tetapi metode e-learning menganggap daya tangkap setiap peserta didik sama. Hal ini akan mengakibatkan menurunnya keefektifan metode pembelajaran ini. Untuk itu diharapkan terdapat inovasi pembelajaran metode e-learning yang mana dapat sesuai dengan karakteristik belajar setiap siswanya.

Apa itu Big Data?

“Dashboard perilaku manusia” merupakan definisi big data oleh Rick Smolan dan Jennifer Erwitt, penulis utama dari buku ilustrasi The Human Face of Big Data. Big data adalah data yang memiliki volume sangat besar, karakteristik yang beragam, tidak terstruktur, dan bergerak terlalu cepat (Efgivia, 2020). Dalam pengelolaannya, big data, memerlukan teknik dan perangkat bantu yang memadai. Dengan kata lain, big data merupakan fenomena pertumbuhan data.

Peran Big Data pada E-learning

Secara umum big data memiliki peran untuk menganalisis hingga memprediksi. Dengan adanya teknologi big data, e-learning akan dapat menganalisis aktivitas peserta didik yang mana didalamnya termasuk interaksi siswa dengan tenaga pengajar. Lalu dari hasil analisis tersebut, e-learning akan dapat memperkirakan metode belajar apa yang sesuai untuk siswa dan memberikan rekomendasi-rekomendasi course sesuai dengan ketertarikan peserta didik sehingga nantinya mereka tidak akan salah memilih bidang ilmu yang diminati.. Dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi big data pada metode e-learning, aktivitas belajar mandiri peserta didik akan meningkat sebab metode pembelajaran yang diberikan telah sesuai dengan gaya belajar masing-masing. Dari hal tersebut, hasil akhir yang diharapkan adalah target utama adanya metode belajar e-learning dapat tercapai.(sta/and)

 Kontributor : Sinta Dian Monica, Mahasiswa Program Studi Teknologi Sains Data

Daftar Pustaka

Efgivia, M. G. (2020). Pemanfaatan Big Data Dalam Penelitian Teknologi Pendidikan. Educate: Jurnal Teknologi Pendidikan, 5(2), 107–119. https://doi.org/10.32832/educate.v5i2.3381

Setyowati, L., & Nasir Ahmad, D. (2021). Pemanfaatan Big Data Dalam Era Teknologi 5.0. ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 117–122. https://doi.org/10.52072/abdine.v1i2.205

Silahuddin, S. (2015). Penerapan E-Learning dalam Inovasi Pendidikan. CIRCUIT: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, 1(1), 48–59. https://doi.org/10.22373/crc.v1i1.310

 

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

X