Universiti Teknologi Petronas (UTP) kunjungi Laboratorium FTMM untuk Sharing Activity terkait Renewable dan Green Energy.

FTMM NEWS – Kamis (04/05) merupakan hari kedua kunjungan Universiti Teknologi Petronas (UTP) di Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM), Universitas Airlangga. FTMM memperkenalkan aktivitas laboratorium terkait dengan pengembangan Renewable dan Green Energy. Aktivitas tim FTMM yang diperkenalkan antara lain: Instrumentation and Energy Research Community (IMERCY), Rasena Airlangga Electric Vehicle (EV) Team, Electric Vehicle On Study (EVOS) dan Komunitas Robotika (KOMBO)

Tim Rasena merupakan  kolaborasi mahasiswa program studi Teknik Elektro, Teknik Industri, dan Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan FTMM. Menurut Dr. Agus Mukhlisin, sebagai dosen pembimbing, Rasena mewadahi mahasiswa FTMM dalam mengaktualisasikan minat dan bakatnya sekaligus memberikan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam merancang, membangun dan mengoperasikan mobil listrik hemat energi. Nantinya mobil listrik yang dibuat akan diikutsertakan pada Shell Eco Marathon Asia pada 4-9 Juli 2023 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok.

Mobil Rasena ditargetkan selesai pada akhir Mei 2023, untuk selanjutnya diuji konsumsi energinya. Selain diikutkan dalam Shell Eco Marathon, mobil ini juga akan diikutkan pada kompetisi nasional, yaitu Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2023. KMHE diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbud Ristek) Republik Indonesia bekerja sama dengan tuan rumah perguruan tinggi. 

Dalam kunjungan lab ini, rombongan mahasiswa dari UTP diperkenalkan tentang tahapan pembuatan Mobil Hemat Energi kategori Urban Listrik. Selain itu tim Rasena juga memperkenalkan Charging Station untuk kendaraan listrik yang telah dikembangkan. 

Kesempatan ini juga dimanfaatkan Vernon Ananth Ayadorai, salah satu mahasiswa UTP, untuk menanyakan faktor yang mempengaruhi efisiensi mobil. 

“What factors are considered so that the cars can be efficient?” ujar Vernon.

Menurut Gilbert Samuel Frederic Hutagaol, Divisi Mekanik Rasena, faktor pendukung efisiensi bisa berupa dari sisi desain.  Dari sistem penggeraknya sendiri harus mampu berakselerasi dengan kecepatan yang dibutuhkan agar mobil dapat bergerak namun sekaligus memiliki kemampuan untuk menghemat sebagian besar energi yang tersimpan. Faktor yang menjadi perhatian adalah mendesain mobil seringan mungkin, membuat bodi aerodinamis, memilih roda yang tepat dan mengemudi dengan baik.(ags/and)

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts