TRKB FTMM UNAIR: Saat Robotika dan Kecerdasan Buatan Bertemu

FTMM NEWS –  Pada dasarnya kehidupan manusia sudah sejak lama akrab dengan keberadaan robot. Eksistensi robot yang pasti membekas di benak generasi 90-an adalah Power Rangers hingga Masked Rider yang tayang setiap minggu pagi di televisi. Sedangkan bagi generasi millenial adalah Transformer dan Terminator.

Istilah robot berasal dari kata robota yang dalam bahasa Ceko berarti forced work or labour atau kerja paksa. Pada akhir abad ke-14 konsep robot dikenalkan Leonardo Da Vinci melalui sketsa humanoid robot. Seiring berkembangnya zaman, teknologi robot mengalami upgrade yang membuatnya semakin canggih.

Belakangan ini, konsep pengembangan robotika marak dikaitkan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Kecerdasan buatan merupakan cabang ilmu computer science yang fokus pada produksi mesin “cerdas” dengan kemampuan melakukan pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan manusia dalam wujud mesin (Bulitin, 2019). 

Selain itu, juga membuat keputusan, mengenali suara dan wajah, mempelajari sesuatu, atau membuat perencanaan (Saeed, 2020). Alexa dan Siri merupakan contoh produk kecerdasan buatan yang memiliki fitur pengenalan suara dan membuat keputusan. Salah satu buah kolaborasi robot dan kecerdasan buatan dapat dilihat pada Xin Xiaomeng yang merupakan robot pembaca berita di China.

Kondisi perkembangan robotika dan kecerdasan buatan yang cepat dan massif membuatnya menarik perhatian publik. Di sisi lain, pihak yang tertarik untuk mempelajarinya juga meningkat drastis. Hal itu karena pasti kedepannya ilmuwan robotika akan banyak dibutuhkan oleh berbagai instansi.

Dalam upaya mendukung progres perkembangan ranah keilmuan robotika dan kecerdasan buatan, Universitas Airlangga meresponnya dengan membuka Program Studi (prodi) Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (TRKB) yang berada dibawah naungan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM).

Prodi TRKB akan membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimulai dari sains dan matematika dasar, teknologi informasi seperti algoritma, pemrograman, jaringan komputer dan IoT (internet of things), dasar dari sistem siber-fisik (mekatronika, elektronika, sistem kontrol dan otomasi, sistem tertanam), desain dan aplikasi robotika dan kecerdasan buatan serta integrasinya, metodologi penelitian, kewirausahaan, serta komunikasi profesional. 

Kurikulumnya yang up to date telah dirancang menyesuaikan konsep kurikulum kampus merdeka, tujuannya supaya mahasiswa memiliki kompetensi yang kuat hingga di level aplikasinya. Tidak hanya itu, lulusan TRKB akan dicetak menjadi pribadi yang unggul dan bermoral sesuai dengan motto Universitas Airlangga, yakni Excellence With Morality.

Dengan prospek karir yang sangat luas, kurikulum yang dirancang dengan baik, serta tenaga pengajar yang mumpuni di bidangnya, tak heran jika akhirnya prodi TRKB sangat diminati. Pada tahun akademik 2021/2022, kuota mahasiswa yang akan diterima pada Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan sebanyak 100 mahasiswa yang diseleksi melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri.

Informasi lengkap mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan proses seleksi dapat dilihat melalui laman Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR. Sedangkan informasi lengkap terkait kurikulum dan lain-lain dari prodi TRKB, adik-adik calon mahasiswa maupun orang tua/wali dapat berselancar pada laman kami, yaitu https://www.ftmm.unair.ac.id atau mengirimkan pesan singkat melalui chatbox pada sisi pojok kiri bawah laman kami.

Sampai jumpa di FTMM! 

Photo by Alex Knight on Unsplash

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts