Terapkan Nanoteknologi kedalam Smart Watch, Empat Mahasiswa FTMM Sabet Juara I Nasional

FTMM NEWS –  Modernisasi zaman saat ini membawa teknologi berkembang pesat. Seperti halnya smart watch atau jam tangan pintar yang kini sedang naik daun. Selain dapat menunjukkan waktu, smart watch dapat menjadi fitness tracker, navigasi, hingga membalas pesan.

Merespons hal ini, empat mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga menggagas ide bisnis jam tangan pintar berbasis sensor nanoteknologi. Inovasi yang di tawarkan, jam tersebut dapat mendeteksi adanya kolesterol.

Saat ini, inovasi tersebut hanya berupa pengembangan ide dari kompetisi business plan. Berkat gagasan tersebut, Zuhra Mumtazah, Valensia Tesalonika, Yohana Rebecca, dan Fayza Putri Adila menyabet Juara I Rise Business Plan Competition (RIBUTION) 2022.

Kompetisi tingkat nasional tersebut di gelar Rise in Campus Community (harisenin.com). Dengan mengusung tema usaha kreatif menggunakan teknologi digital bisnis di era Society 5.0. Keempat mahasiswa FTMM yang turut serta, mengusung inovasi smart watch  yang bernama Cardiac Watch.

Awal Mula Ide

Zuhra selaku ketua tim memaparkan ide tersebut berawal dari permasalahan kurang waspadanya masyarakat pada bahaya kolesterol. Padahal, sambung Zuhra, tingginya kadar kolesterol dalam tubuh manusia dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Seperti penyakut jantung, stroke, dan berbagai penyakit lain.

“Jam pintar inovasi kami terhubung ke aplikasi secara real time menggunakan IoT (Internet of Thingssystem. Sehingga pengguna dapat memonitoring kolesterol dalam tubuh dengan lebih mudah,” jelas Zuhra.

Zuhra juga menceritakan persiapan mereka dalam mengikuti kompetisi. Ia berkata persiapan yang dilakukan selama satu bulan dan tidak ada kesulitan yang cukup berarti, sebab timnya terdiri dari berbagai jurusan yang memiliki keahlian di bidang masing-masing.

“Saya dan Fayza dari jurusan Rekayasa Nanoteknologi, Valencia dari Teknik Industri, dan Yoana dari Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan. Jadi tidak ada kendala yang cukup berarti karena masing-masing punya keahlian di bidang teknologi dan bisnis,” tuturnya.

Kendati demikian, Zuhra juga mengatakan bahwa persiapan mereka tidak lepas dari bimbingan dosen mereka, Tahta Amrillah, yang merupakan dosen di jurusan Rekayasa Nanoteknologi. “Beliau yang memberikan arahan kepada kami selama mengikuti lomba,” ujar Zuhra.

Sebagai penutup, Zuhra memberikan tips untuk menjadi juara dalam business plan competition. Menurutnya, yang terpenting dalam membuat suatu inovasi adalah untuk memahami permasalahannya terlebih dahulu.

“Memahami permasalahan yang akan dibuat inovasi akan membantu kita untuk mencari ide-ide kreatif dibandingkan dengan membuat inovasi yang berangkat dari ide spontan. Kita juga harus tau kelemahan kita ada di mana beserta solusi untuk mengatasi kelemahan tersebut,” pungkasnya. (*)(dyg/wil)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts