Teknik Industri FTMM Gelar Webinar “Start Your Journey with Industrial Engineering Universitas Airlangga”

FTMM NEWS – Sebagai program studi baru di lingkungan Universitas Airlangga (UNAIR) Teknik Industri (TI) terus menggencarkan pengenalan program studi kepada publik. Salah satunya dengan rutin menggelar webinar guna menarik minat khalayak. 

Webinar yang berlangsung pada Sabtu (6/3/2021) itu digelar melalui Zoom Meeting dan disiarkan melalui kanal YouTube Industri UNAIR yang diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Dr. Prihartini Widiyanti, drg., M.Kes., S.Bio, selaku kepala departemen Teknologi Maju sekaligus Ketua Prodi TI FTMM UNAIR menyampaikan bahwa TI merupakan bidang ilmu yang mempelajari banyak hal, cross cutting keilmuannya sangat banyak, seperti optimalisasi kegiatan manusia, produksi ekonomi, strategi pengelolaan, hingga manajemen perusahaan. Maka dari itu diperlukan kemampuan berpikir kritis dan logis dalam penanganannya.

“Prospek TI sangat luas, terlebih mengakomodir gabungan berbagai ilmu. Keunggulan TI UNAIR yang tidak dimiliki kampus lain adalah satu-satunya TI yang memuat pengantar pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Hal tersebut, sambung dokter Yanti, karena UNAIR didukung Fakultas Kedokteran yang berusia lebih dari seabad dan penelitian kesehatan di UNAIR sangat kuat. Keunikan tersebut membuat prodi TI UNAIR tidak monoton dan mainstream, melainkan mampu menjadi supporting system dalam industri kesehatan dan sejenisnya.

Kolaborasi Bidang Ilmu untuk membawa Kebaruan

Sementara itu, Chandrawati Putri Wulandari, S.T., M.T., MBA., Ph.D, selaku dosen TI sebagai pemateri utama, menjelaskan dengan dilibatkannya health science maka industrial engineering menjadi wajah baru. Terlebih, TI merupakan ilmu yang multidisiplin dan dapat berkolaborasi dengan berbagai bidang ilmu.

“Secara mendasar TI fokus pada optimasi dan improvement berkelanjutan. Aspek yang ditekankan yakni pada Machine (Mesin) Method (Metode) Man (Manusia) Material (Material) Measurement (Pengukuran)  serta Environment (Lingkungan),” ujarnya.

Pada dasarnya, TI memiliki 14 core keilmuan yang bervariasi, dan semuanya akan dipelajari mahasiswa TI sebagai dasar untuk menjadi industrial engineer. Mahasiswa juga akan diajarkan untuk mengkaji aspek aspek penyokong kinerja manusia agar lebih aman, nyaman, humanis, serta efektif.

Selain itu, dalam TI juga akan mempelajari analisis pasar bisnis, perencanaan matang produksi -distribusi-konsumsi melalui sistem rantai pasok, serta penerapan metode kerja yang efisien namun hasil produksi maksimal.

Terdapat juga bidang Human factors and ergonomics yang fokus pada kenyamanan dan kesehatan manusia.  Seperti kursi dan meja yang nyaman dipakai jangka panjang, hingga alat kerja yang aman dan nyaman.

Industrial engineer dituntut berpikir secara sistem, analisis dan penyelesaian masalah harus dilakukan secara kritis,” tegasnya.

Kurikulum dan Teaching Style yang Up To Date

Prodi Teknik Industri UNAIR mengusung kurikulum dan teaching style yang up to date. Hal itu didukung dengan dosen yang masih sangat muda dan mumpuni pada bidangnya, jadi saat kuliah mahasiswa akan merasa sedang berdiskusi dengan kakaknya sendiri.

Menurut Chandra, cakupan studi kesehatan akan terus berinovasi, sebagian besar pengaruhnya dari keilmuan saintek. TI dan FTMM hadir sebagai pilar engineering untuk melengkapi tiga pilar yang  telah ada di UNAIR. Kurikulum FTMM yang mendukung health science bertujuan untuk berkolaborasi guna kemajuan keilmuan di Indonesia.

“Selama pandemi, tim riset TI FTMM telah melakukan pengembangan riset berupa produk inovasi masker dan mikro filter dialyzer untuk proses dialisis,” imbuhnya.

Selain itu, Chandra saat menyelesaikan studi S3 nya di Taiwan melakukan riset terkait data mining yang dikolaborasikan dengan statistika. Riset data mining pada data medis dapat menunjukkan  pola dari data yang bisa digunakan oleh tenaga medis, yang harapannya dapat digunakan sebagai referensi terkait pengambilan keputusan penanganan medis.

“Jika lulusan TI mampu menguasai 14 core keilmuan yang diajarkan, maka sudah pasti akan menjadi incaran banyak instansi untuk bergabung. Mari bergabung bersama Teknik Industri UNAIR,” pungkasnya.(*)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts