Tampil pada ASSIE, FTMM Gebrak Inovasi Hebat Dukung SDGs 7 dan 8

FTMM NEWS – Beraksi di Airlangga Startup Summit Innovation Expo (ASSIE) dari Jumat (1/12/2023) hingga Minggu (3/12/2023), Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) dengan bangga memamerkan serangkaian inovasi terkini. Di antara inovasi yang menjadi pusat perhatian adalah motor listrik SAGA-ESA, BANGGA EVCS, dan Airfeel.

Sebagai salah satu fakultas yang unggul, inovasi yang dihasilkan oleh FTMM tidak hanya mencerminkan keunggulan teknologi, tetapi juga secara konsisten mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Inovasi membanggakan tersebut, berfokus pada SDGs ke-7 dan 8.

SDGs ke-7 berperan dalam memastikan akses energi yang bersih dan terjangkau. Dalam pencapaian target ini, terobosan signifikan datang melalui motor listrik SAGA-ESA dan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) BANGGA EVCS.

Kedua inovasi tersebut berperan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, potensial penyebab polusi dan perubahan iklim. Keefisienan motor listrik juga memangkas biaya energi, memperluas akses energi yang terjangkau, terutama untuk lapisan masyarakat yang lebih luas.

Sesuai dengan SDGs ke-8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), SAGA-ESA dan BANGGA EVCS mampu menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur, distribusi, dan layanan, merangsang pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tidak kalah menarik, alat monitoring cuaca dan udara berbasis Internet of Things (IoT) dengan aplikasi berbasis HTML, Airfeel mampu berkontribusi dalam pencapaian SDGs 7 dan 8. Hingga kini, Airfeel telah berada pada versi terbaru yaitu Airfeel 4. 

Airfeel 4 secara khusus dirancang untuk mencakup parameter cuaca yang komprehensif, mulai dari kecepatan dan arah angin, curah hujan, suhu dan kelembaban udara, hingga tekanan udara, dan indeks UV. Namun, keunggulan Airfeel tidak hanya terbatas pada itu. Alat ini juga mampu mengukur sejumlah gas yang kritis untuk kualitas udara, termasuk amonia, hidrogen, metana, ozon, karbon monoksida, dan karbon dioksida.

Selain berkontribusi dalam pencapaian SDGs ke-7 yaitu memastikan akses energi yang bersih dan terjangkau, Airfeel juga mendukung SDGs ke-8 yang menargetkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pekerjaan layak. Selain melalui informasi akurat yang diberikan, Airfeel juga menjadi penggerak dalam perubahan bagi masyarakat sekaligus industri.

Mahasiswa dan dosen yang berpartisipasi langsung dalam pembuatan ketiga inovasi membanggakan tersebut, menaruh harapan ke depannya, inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh FTMM dapat dikembangkan lagi dan mampu berkontribusi dalam masyarakat secara luas.

“Semoga inovasi ini terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan terdapat investor atau lembaga yang ingin berkerja sama dengan proyek inovasi kami. Seperti halnya Airfeel, saya melihat inovasi ini sangat berpotensi untuk berkembang lebih jauh lagi,” ucap Arya Dwi Kustiawan, salah satu Airfeel Research Team.

 

Penulis: Maissy Ar Maghfiroh

Editor: Andri Hariyanto

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts