Rumah Pintar : Mengintegrasikan IoT dan CPS dalam Era Industri 4.0

FTMM NEWS – Dalam era Revolusi Industri 4.0 yang sedang berkembang pesat, konsep rumah pintar telah menjadi pusat perhatian. Sebagai contoh nyata dari bagaimana teknologi Internet of  Things dan Cyber-Physical Systems dapat mengubah cara kita tinggal di rumah. Dengan integrasi sistem yang canggih, rumah pintar menghadirkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Rumah pintar atau smart home, adalah rumah yang dilengkapi dengan berbagai perangkat elektronik dan sensor yang terhubung ke jaringan internet. Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2023, penjualan perangkat IoT untuk rumah pintar meningkat pesat sebesar 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Yang menandakan adopsi yang semakin luas oleh masyarakat. Tujuannya adalah untuk memberikan kontrol yang lebih baik, efisiensi energi, dan keamanan kepada penghuninya. Menurut laporan dari Asosiasi Industri Smart Home, penggunaan rumah pintar telah berhasil mengurangi rata-rata tagihan energi hingga 30% setiap bulannya. Hal ini menunujukkan kontribusi signifikan terhadap efisiensi energi secara keseluruhan. Dengan bantuan IoT dan CPS, rumah pintar dapat “belajar” pola penggunaan penghuni dan menyesuaikan diri secara otomatis. Sehingga meningkatkan kenyamanan sekaligus mengurangi konsumsi energi secara efektif.

Integrasi IoT dan CPS dalam Pengaturan Rumah Pintar

Teknologi Internet of Things (IoT) Things terdiri dari beragam sensor dan detektor, yang berfokus pada pengumpulan informasi dan pertukaran data. Memungkinkan perangkat di rumah untuk terhubung dan berkomunikasi satu sama lain melalui jaringan internet. Contoh perangkat IoT meliputi lampu, thermostat, kunci pintu pintar, kamera keamanan, dan banyak lagi. Misalnya, dengan lampu pintar, penghuni dapat mengatur pencahayaan rumah dari jarak jauh melalui smartphone mereka.

Cyber-Physical Systems (CPS) menggabungkan komputasi yang berbasis perangkat lunak dengan elemen fisik dunia nyata. Sehingga memungkinkan adanya pengaruh timbal balik. Dalam konteks rumah pintar, CPS memungkinkan perangkat untuk berinteraksi dengan lingkungan fisik mereka. Sebagai contoh, thermostat pintar menggunakan sensor suhu untuk mengukur suhu di dalam rumah dan mengontrol sistem HVAC. HVAC (Heating, Ventilation, dan Air Conditioning) berfungsi untuk menjaga suhu yang nyaman. Sehingga dapat menggabungkan pemahaman tentang kondisi fisik dengan kecerdasan komputasi untuk pengaturan yang efisien.

Pengoperasian IoT tidak memerlukan campur tangan manusia, berbeda dengan CPS yang mampu merespon perubahan kondisi eksternal secara proaktif. Namun, evolusi IoT telah mempercepat kemajuan luar biasa di bidang CPS. Melalui integrasi dengan Internet of Things, sistem cyber-fisik dapat lebih meningkatkan efisiensi proses otomasi.

Misalnya, Penyedot debu berkemampuan IoT dapat mengumpulkan data eksternal, seperti durasi pembersihan, area tertutup, tingkat baterai, status operasional, dll. Semua informasi berharga ini dikumpulkan dan dikirimkan dengan lancar ke aplikasi Anda melalui Wi-Fi. Sebagai bagian dari CPS, penyedot debu berubah menjadi robot responsif yang mampu secara aktif beradaptasi terhadap perubahan lingkungan secara real-time. Misalnya, mungkin dilengkapi dengan sensor canggih untuk mendeteksi rintangan, variasi permukaan lantai, atau tingkat kekotoran.

Manfaat Rumah Pintar dalam Era Industri 4.0

  1. Kenyamanan : embawa revolusi dalam kenyamanan hidup sehari-hari. Penghuni dapat mengontrol berbagai aspek rumah mereka, seperti pencahayaan, suhu, perabotan rumah tangga, dengan mudah melalui perangkat pintar seperti smartphone. 

 

  1. Efisiensi Energi : Dengan menggunakan sensor pintar dan pengaturan otomatis, rumah pintar dapat secara otomatis mengoptimalkan penggunaan energi. Seperti mematikan lampu atau mengatur suhu ruangan saat tidak ada orang di rumah. Hal ini tidak hanya mengurangi tagihan listrik bulanan, tetapi juga mengurangi jejak karbon rumah tangga, mendukung upaya untuk melindungi lingkungan.

 

  1. Keamanan : Sistem keamanan pintar seperti kamera pengawas, sensor gerakan, dan kunci pintu pintar memberikan pengawasan dan akses lebih baik terhadap rumah. Penghuni dapat memantau aktivitas di rumah mereka dan mengontrol pintu masuk dari smartphone.

 

  1. Pemantauan Kesehatan : Beberapa rumah pintar dilengkapi dengan perangkat kesehatan seperti pengukur tekanan darah dan monitor detak jantung yang dapat mengumpulkan data kesehatan. Informasi ini dapat disinkronkan dengan aplikasi kesehatan di smartphone penghuni untuk pemantauan kondisi kesehatan secara lebih efektif. Dengan demikian, rumah pintar tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi sekutu dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan penghuninya.

Rumah pintar adalah contoh nyata dari bagaimana integrasi IoT dan CPS telah merevolusi cara kita tinggal di rumah. Dengan memberikan kenyamanan, efisiensi energi, keamanan, dan bahkan pemantauan kesehatan, rumah pintar membuka pintu menuju gaya hidup yang lebih terintegrasi. Namun, sambil mengejar kemajuan teknologi, penting bagi kita untuk mempertimbangkan implikasi etis dan menjaga keseimbangan antara kenyamanan dan privasi.

Daftar Pustaka :

https://vilmate.com/blog/cyber-physical-systems-cps-what-they-have-to-do-with-iot/ 

https://blog.engineering.vanderbilt.edu/what-is-the-difference-between-cps-and-iot 

Penulis : Aqila Elga Ramadhani, Mahasiswa Teknik Industri angkatan 2023. Universitas Airlangga 

Editor : Muhammad Syahril Mubarok

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts