Revolusi Industri Pada Penerapan Smart Factory Industri Manufaktur

FTMM NEWS – Perkembangan revolusi industri menyebabkan terjadi perubahan dalam berbagai sektor seperti pertanian, transportasi, manufaktur, dan teknologi. Hal tersebut akan berdampak pada keadaan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat. Di era revolusi digital saat ini atau lebih dikenal dengan istilah industri 4.0 adalah era disrupsi teknologi karena otomatisasi dan konektivitas di sebuah bidang akan membuat pergerakan dunia industri dan persaingan kerja menjadi tidak linear. Salah satu karakteristik unik dari industri 4.0 adalah pengaplikasian kecerdasan buatan atau artificial intelligence (Tjandrawinata, 2016).

Revolusi industri 4.0 menempatkan otomatisasi utama dan bergerak di antara sistem produksi fisik dan cyberworld yang berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi salah satunya adalah pabrik pintar atau smart factory. Presiden Joko Widodo meresmikan Making Indonesia 4.0 sebagai roadmap industri 4.0 untuk meningkatkan nilai tambah industri manufaktur dalam negeri sehingga bisa bersaing secara global. Harapannya sebagai faktor pengungkit dalam hal daya saing dan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia menuju 10 besar ekonomi dunia di 2030.

Cara Kerja Pabrik Pintar atau Smart Factory

Smart factory adalah pabrik modular dengan teknologi CPS yang memonitor proses fisik produksi kemudian menampilkannya secara virtual dan melakukan desentralisasi pengambilan keputusan. Melalui IoT, CPS mampu saling berkomunikasi dan bekerja sama secara real-time termasuk dengan manusia (Kagermann, dkk, 2013). Pabrik pintar mengkombinasikan teknologi fisik dan cyber teknologi serta mengintegrasikan secara mendalam sistem-sistem diskrit yang sebelumnya terpisah sehingga membuat teknologi yang terlibat lebih kompleks dan tepat. Pabrik pintar dapat memonitor dan mengumpulkan data produksi secara real-time sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dalam mengoptimalkan proses produksi. Selain itu, smart factory juga memungkinkan penerapan produksi yang lebih fleksibel dan responsif sehingga dapat beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.

Manfaat Smart Factory dalam Industri Manufaktur

Suasana industri besi baja di China

Fokus utama dalam industri 4.0 di bidang industri manufaktur adalah smart factory. Konektivitas yang tercipta dapat digunakan untuk melakukan prediksi dengan cepat, beradaptasi, dan melayani sesuai dengan kebutuhan konsumen. Produsen dan manajer rantai pasokan mengalami risiko yang lebih besar dan gangguan operasional karena mereka berusaha mengurangi ketergantungan produksi pada mitra internasional.

Pabrik pintar seperti smart manufacturing sesuai permintaan dan persediaan virtual dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pemasok dan produsen luar negeri. Meskipun meningkatkan produksi dalam negeri dapat mengurangi biaya dan risiko pada rantai pasokan, hal ini tidak dapat sepenuhnya meniadakan kerjasama dengan mitra luar negeri. Oleh karena itu, dengan mengoptimalkan produktivitas melalui teknologi pabrik pintar akan meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan keberlanjutan produksi sehingga perusahaan dapat meningkatkan produk yang berkualitas dan meminimalkan biaya produksi.

Sistem smart factory mampu untuk mengurangi polusi lingkungan karena pabrik ini berbasis teknologi digital. Hal ini sesuai dengan misi revolusi industri 4.0 yang menjadi perhatian penting karena seluruh negara telah mengkampanyekan industri ramah lingkungan. Apabila polusi ini tidak ditangani, maka akan berdampak pada generasi yang akan datang. Oleh karena itu, smart factory dirancang untuk ramah lingkungan dan menekan dampak industri terhadap lingkungan hidup.

Tuntutan industri manufaktur akan selalu terus mengikuti perkembangan tren produksi sesuai dengan keinginan konsumen dengan tetap menekan biaya produksi. Pabrik pintar atau smart factory adalah cara bagi produsen untuk unggul dalam pasar yang kompetitif karena mereka menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi produksi.(alv/and)

Kontributor : Alvi Rizka Maulidia Mahasiswa Prodi Teknik Industri

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

Closing and Awarding Airnology 2.0

FTMM NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Himpunan Mahasiswa (HIMA)

X