Pupuk Nano: Peningkatan Produktivitas Tanaman dan Lingkungan

Penggunaan Pupuk Nano

FTMM NEWS – Tantangan pertanian global yang kian mendesak, seperti perubahan iklim, degradasi tanah, dan cekaman lingkungan memunculkan kebutuhan akan inovasi dalam pemupukan. Dalam konteks ini, nanoteknologi muncul sebagai solusi potensial, membawa harapan akan pemupukan yang efisien. Nanoteknologi, studi tentang material pada skala nanometer memberikan pemahaman yang mendalam tentang sifat-sifat material pada tingkat atomistik. Nanoteknologi menawarkan pendekatan yang revolusioner, memungkinkan kita untuk mengubah cara kita memupuk tanaman dengan presisi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pertama, mari kita memahami bagaimana nanoteknologi dapat meningkatkan efisiensi pemupukan. Pemupukan presisi mengutamakan kaidah 5T, yaitu tepat dosis, tepat jenis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran. Namun, tantangan dalam mencapai presisi ini adalah bagaimana cara kita untuk ‘mengirimkan’ nutrisi tersebut ke tanaman dengan efisien. Di sinilah di mana nanoteknologi hadir sebagai penyelamat. Nanoteknologi menggunakan nanopartikel sebagai ‘kendaraan’ yang memungkinkan pengiriman nutrisi langsung ke akar tanaman. Hal ini mengurangi kerugian nutrisi dan menciptakan risiko pencemaran lingkungan oleh senyawa kimia yang biasanya terkait dengan pemupukan konvensional.

Meskipun demikian, pemupukan presisi dengan nanoteknologi juga dapat menimbulkan biaya yang lebih tinggi. Alhasil, kebanyakan petani mungkin merasakan hal ini sebagai hambatan. Namun dengan pendekatan yang cermat dan terencana, manfaat nanoteknologi dalam pemupukan presisi jauh lebih besar daripada risikonya. Dengan pendekatan yang hati-hati, aplikasi nanoteknologi dalam pemupukan menjadi langkah krusial menuju pertanian yang lebih berkelanjutan.

Secara keseluruhan pemupukan presisi dengan nanoteknologi menjanjikan perubahan paradigma dalam pertanian. Hal ini bukan hanya tentang meningkatkan produktivitas tanaman, tetapi juga tentang menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan global. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk terus menjalankan penelitian dan mengembangkan aplikasi praktis nanoteknologi di sektor pertanian.

Referensi

Amin, M., Mulyawan, R., Santari, P. T., Manwan, S. W., & Prasetyo, R. A. (2023). Pemupukan Silikon dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sorgum. Vegetalika, 12(4), 325. https://doi.org/10.22146/veg.84207

Kautsar, M. R., Sofyan, & Makmur, T. (2020). Analisis Kelangkaan Pupuk Bersubsidi dan Pengaruhnya terhadap Produktivitas Padi (Oryza sativa) di Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 5(1), 97–107.

 

Penulis : Riviananda Al Rasyid Anwar/162231044/Rekayasa Nanoteknologi
Editor : Muhammad Alesha Fadhana

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

Yoga Uta Nugraha Dosen TE FTMM menjelaskan penempatan produk TE di Gili Iyang

Peserta SEGTA 2024 Jalani Orientasi

FTMM NEWS – Peserta Sustainable Energy and Green Technology Applications (SEGTA) 2024 menjalani sejumlah agenda penting. Salah satunya adalah orientasi,