Peran Smart Factory Era Industri 4.0 dalam Sistem Produksi

FTMM NEWS – Smart Factory atau pabrik pintar adalah konsep yang menggabungkan teknologi dan kecerdasan buatan untuk menciptakan pabrik yang efisien, otomatis, dan terhubung secara digital yang terus-menerus mengumpulkan dan berbagi data melalui mesin, perangkat, dan sistem produksi yang terhubung. Selain itu, smart factory juga berfokus pada respons real-time dalam menghasilkan data-data pada pabrik dengan mengedepankan full automation dan optimization. 

Dalam mewujudkan hasil produksi yang optimal, memerlukan peranan teknologi untuk menunjang keberhasilan operasional suatu perusahaan. Ukuran utama untuk mengukur kinerja dari manajemen produksi adalah produktivitas karena kegiatan produksi merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penciptaan/ pembuatan barang, jasa atau kombinasinya (Marselina dan Rokamah. 2022).

Industri 4.0 Mengubah Sistem Produksi Melalui Pabrik Pintar

Dalam Industri 4.0 ada lima pilar yang diukur, yaitu: manajemen dan organisasi (management and organization), orang dan budaya (people and culture), produk dan layanan (product and services), teknologi (technology), dan operasi pabrik (factory operation). Konsep awal dari Industri 4.0 adalah adanya sebuah sistem produksi saling terhubung sehingga bisa saling berkomunikasi. Sehingga proses produksi bisa berjalan secara fleksibel, optimal, efektif dan efisien atau sering juga disebut dengan Smart factory. Solusi khusus ini bisa terkait dengan otomatisasi, kombinasi perangkat lunak, perangkat keras dan/atau mekanik, yang seharusnya mengarah pada optimalisasi manufaktur yang menghasilkan pengurangan tenaga kerja yang tidak perlu dan pemborosan sumber daya. (Hozdié Elvis. 2015).

Smart Factory Era Industry 4.0 meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas produk. Teknologi canggih seperti otomasi, robotika, IoT, big data, analitik, dan kecerdasan buatan memainkan peran sentral dalam sistem produksi. Penggunaan teknologi dalam sektor manufaktur di Indonesia juga membawa dampak signifikan dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk. Oleh karena itu, perusahaan harus mengadopsi dan berinovasi dalam penerapan pabrik pintar guna tetap bersaing dalam pasar yang kompetitif.

Peran Smart Manufacturing dalam Mendukung Smart Factory

Smart Manufacturing memainkan peran penting dalam mendukung Smart Factory dengan memberikan landasan bagi integrasi teknologi canggih yang memungkinkan pemantauan waktu nyata, pengambilan keputusan berdasarkan data, dan proses produksi otonom. Oleh karena itu, Smart Manufacturing memungkinkan terciptanya Smart Factory dengan pendekatan berbasis teknologi yang memanfaatkan mesin yang terhubung ke Internet dan pendekatan perangkat keras baru untuk memantau proses produksi, meningkatkan fleksibilitas, dan mendukung pekerja dalam rutinitas harian mereka menggunakan cara baru interaksi manusia-komputer. Integrasi Smart Manufacturing dengan teknologi Smart Factory seperti penggunaan sensor IoT, otomatisasi, kecerdasan buatan, pencetakan 3D, dan manufaktur aditif semakin meningkatkan kemampuan Smart Factory. (Nugrowibowo, dkk. 2023).

DATA PUSTAKA

Hozdić, E. (2015). Smart Factory For Industry 4.0: A Review. Journal of Modern Manufacturing Technologies, 7(1), 31-32.

Marselina, E., dan Ridho, R. (2022). Manajemen Produksi Home Industry Keripik Galih Kurnia Usaha Desa Bubakan Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan. Journal of Economics and Business Research, 2(1), 107.

Nugrowibowo, E, dkk. (2023). Smart Manufacturing: Latest Technologies And Applications In Industrial Engineering. Jurnal Minfo Polgan, 12(2), 308-309.

 

Penulis: Arinta Ferinda, Mahasiswa Tekinik Industri 

Editor :  Andri Hariyanto

 

 

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

Closing and Awarding Airnology 2.0

FTMM NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Himpunan Mahasiswa (HIMA)