Pentingnya Refleksi Visualisasi Data dalam menggambarkan Pola Penyebaran Demam Berdarah

demam berdarah

FTMM NEWS – Demam berdarah sendiri merupakan penyakit menular vektor yang berasal dari nyamuk aedes aegypti melalui gigitan lalu ditularkan dari orang ke orang. Penyakit ini menjadi salah satu masalah utama yang mengancam Indonesia apalagi negara ini merupakan negara tropis yang cukup rentan terhadap penyakit menular vector. WHO melaporkan bahwa setiap tahunnya 50 juta penduduk dunia terinfeksi virus dengue dan 2,5% dari mereka meninggal dunia. Penyebaran DBD ini juga mempengaruhi kepadatan dan mobilitas penduduk di suatu wilayah. Oleh karena itu menimbulkannya upaya untuk menanggulangi penyebaran penyakit demam berdarah ini.

Dengan adanya kemajuan teknologi informasi saat ini kita bisa membantu menanggulangi masalah ini misalnya melalui software Tableau yang merupakan perangkat lunak intelijen bisnis yang mudah digunakan terutama dalam memvisualisasikan serta analisis data terkait penyebaran dan dampak yang ditimbulkan dari demam berdarah ini sendiri. Refleksi visualisasi data ini sendiri merupakan proses kritis yang melibatkan analisis dan evaluasi terhadap visualisasi data yang ada. Oleh karena itu visualisasi data sangat perlu sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi pola penyebaran penyakit pada area geografis tertentu, dan memprediksi pola penyebaran penyakit pada periode selanjutnya.

Ini Hubungan Penyebaran Demam Berdarah dengan Jenis Kelamin

Menurut jurnal “Analisis Spasial kejadian Demam Berdarah di Kota Bengkulu” ada peta distribusi. Pemetaan menggunakan software ArcMap untuk menganalisis hubungan penyebaran penyakit DBD dengan jenis kelamin, usia, kebiasaan penduduk serta tingkat pendidikannya. Ini mendapatkan hasil terdapat salah satu daerah tertentu mengalami kenaikan penyebaran DBD bukan karena faktor-faktor tersebut. Namun, faktor kondisi wilayah yang merupakan faktor yang paling mempengaruhi dalam persebaran penyakit tersebut. 

Karena  daerah  yang  cukup tinggi  atau perbukitan yang masih terbilang cukup banyak tumbuh-tumbuhan liar yang berkemungkinan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Dengan adanya contoh kasus itu,  dalam memvisualisasikan masalah ini metode yang paling sering terpakai mudah dan jelas untuk masyarakat awam dalam penyebaran demam berdarah biasanya seperti peta kejadian, grafik waktu atau diagram batang untuk perbandingan antar wilayah. Namun kesulitan dalam visualisasi data ini adanya data yang kurang akurat atau perbedaan dalam pelaporan kasus antar wilayah. Nantinya akan membuat kurangnya efektivitas pengambil interpretasi dan kesimpulan dalam hasil akhir visualisasi data ini sendiri. Oleh karena itu membutuhkannya data data informasi yang akurat serta ketelitian dalam menarik interpretasi dengan benar sesuai analisis visualisasi data ini.

 Penulis : Salwa Dewi Aqiilah

Editor : Andri Hariyanto

 

 

 

 

          

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

Direktur AGE UNAIR Buka SEGTA 2023 

FTMM NEWS –  Prof. Iman Harymawan, SE., MBA., Ph.D. Kepala Airlangga Global Engagement (AGE) Universitas Airlangga, memberikan sambutan dalam kesempatan