Pengolahan Air untuk Rehabilitasi Pasca Gempa di Turki

FTMM NEWS – Gempa dengan magnitudo 7,8 mengguncang Turki pada awal bulan Februari 2023 telah memberikan dampak yang sangat berat. Diantaranya 10.000 orang terluka dan 40.000 orang meninggal dunia. Gempa tersebut juga menimbulkan kerusakan pada sejumlah rumah dan bangunan sehingga 200.000 orang harus mengungsi dari tempat tinggalnya. Untuk membantu warga yang terdampak oleh gempa, pemerintah  Turki mulai mengerjakan tahap awal proses rekonstruksi wilayah yang diguncang gempa.

Selain rekonstruksi bangunan, salah satu hal urgen yang perlu dilakukan adalah dukungan dan bantuan lainnya bagi korban gempa. Dukungan dan bantuan tersebut dapat berupa jaminan ketersediaan pangan, pengolahan air, sanitasi, pendidikan dan nafkah bagi para korban gempa. Untuk mendukung program bantuan tersebut, World Universities Association for Community Development (WUACD) bergerak cepat dengan mengadakan pertemuan dengan Kirklareli University untuk mengetahui lebih jauh terkait akses, kebutuhan dan rencana untuk membantu pemulihan pasca gempa. Salah satu hasil dari pertemuan tersebut adalah diselenggarakannya Forum Group Discussion (FGD) untuk mengetahui lebih detail terkait program dan bantuan yang bisa diberikan kepada korban gempa.

FGD yang telah dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2023 bertempat di Aseec Tower Building, Universitas Airlangga, mengambil tiga tema penting yang diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan pasca gempa yaitu food security, water treatment dan online distance learning. Beberapa fakultas di Universitas Airlangga mengirimkan perwakilannya untuk terlibat dan berkontribusi dalam FGD tersebut. Fakultas teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) melalui Program Studi Teknik Industri ikut serta berperan aktif dalam FGD dengan fokus pada program pengolahan air (water treatment) untuk rehabilitasi pasca gempa. 

Sebagaimana diketahui, akibat dari gempa, akses warga untuk mendapatkan air bersih sangat terbatas, sedangkan air merupakan kebutuhan utama. Untuk meningkatkan akses terhadap air bersih perlu diberikan alat pengolah air portable yang mampu bekerja memerlukan energi listrik. Selain itu itu alat tersebut perlu didesain dan dibuat sesuai dengan kondisi air baku pada daerah bencana. Prodi Teknik Industri sendiri mempunyai produk berupa alat penyaring air portable yang sudah pernah membantu pemulihan bencana alam di Sulawesi. Diharapkan alat penyaring air tersebut dapat berguna juga untuk mempercepat pemulihan pasca bencana di Turki. (gun/and)

 

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts