Pakaian Inovatif dengan Nanopartikel: Rekayasa Sintesis

Inovasi Nanoteknologi dalam Pakaian

FTMM NEWS – Industri pakaian terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan sandang manusia, namun faktanya dampak buruk terhadap lingkungan sering terjadi. Mulai dari penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pewarnaan hingga limbah produksi, sehingga industri ini menjadi salah satu penyumbang utama polusi. Dalam konteks keberlanjutan global, inovasi dalam produksi pakaian menjadi semakin penting.

Pentingnya inovasi tidak hanya terkait dengan desain, tetapi juga dengan solusi yang ramah lingkungan. Salah satu solusi yang menarik adalah integrasi nanopartikel melalui rekayasa sintesis. Rekayasa sintesis menawarkan potensi besar untuk menghasilkan kain lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan kualitas. Nanopartikel terdiri dari logam, oksida, atau polimer, sehingga nanopartikel membuat kain menjadi antibakteri, daya tahan air, dan tahan sinar UV.

Aplikasi yang sudah terjadi?

Studi kasus menunjukkan bahwa integrasi nanopartikel dalam produksi pakaian telah menghasilkan produk yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan. Contohnya, beberapa perusahaan telah menggunakan nanopartikel perak dalam pakaian mereka agar tahan air, sehingga produk mereka hanya memerlukan sedikit pencucian.

Adopsi teknologi nanopartikel juga menghadapi tantangan, seperti lamanya waktu pengembangan proses produksi yang ramah lingkungan. Meski begitu terdapat peluang besar untuk penelitian lebih lanjut dan peningkatan keberlanjutan industri pakaian melalui integrasi nanopartikel. Penelitian dan inovasi harus terus dilakukan untuk menciptakan nanopartikel yang lebih ramah lingkungan.

Penekanan pada inovasi berkelanjutan dalam industri pakaian telah menjadi urgensi yang tak terbantahkan. Integrasi nanopartikel melalui rekayasa sintesis menawarkan solusi revolusioner dengan potensi besar untuk menghasilkan kain yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi industri pakaian, di mana inovasi adalah kunci keberlanjutan. Namun, tantangan yang dihadapi harus diatasi dengan komitmen untuk penelitian, investasi, dan kerjasama lintas sektor.

 

Referensi

Dwandaru, W. S. B. (2012, June). Aplikasi nanosains dalam berbagai bidang kehidupan: nanoteknologi. In Artikel dalam seminar Regional Nanoteknologi dengan tema “Goes to Nanotechnology Era.

Azharman, Z. (2017). Teknik penyerapan limbah industri logam berat Cd dengan menggunakan nanopartikel hidroksiapatit. Jurnal Rekayasa Sistem Industri, 3(1), 9-15.

Alhaqqa, J. Y. (2024). Analisis Bibliometrik: nanopartikel Titanium Dioksida sebagai coating proteksi UV pada bahan kain. Jurnal Manajemen dan Teknologi Rekayasa, 3(1), 69-82.

 

Penulis : Asshalintang Ersandi

Editor : Muhammad Alesha Fadhana

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts