Herlambang Setiadi: Multi-Mode Damping Control Approach for the Optimal Resilience of Renewable-Rich Power Systems

FTMM NEWS – Penelitian ini dilakukan sebagai referensi para praktisi untuk mendesain controler peredaman yang kokoh dengan konsep multi mode untuk sistem tenaga listrik yang kaya akan energi terbarukan.

Integrasi pembangkit listrik berbasis daya-elektronik berkembang secara signifikan karena menjamurnya sumber energi terbarukan. Meskipun pembangkit listrik jenis ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam hal energi bersih dan berkelanjutan, namun juga membawa dampak buruk, terutama pada stabilitas sistem tenaga listrik. Kurangnya inersia dan karakteristik dinamis yang berbeda adalah masalah utama yang terkait dengan pembangkit listrik berbasis daya-elektronik yang dapat mempengaruhi perilaku osilasi sistem tenaga.

Oleh karena itu, penting untuk merancang pengontrol redaman yang komprehensif untuk meredam osilasi akibat integrasi pembangkit listrik berbasis daya-elektronik. Makalah ini mengusulkan metode redaman untuk meningkatkan kinerja stabilitas osilasi sistem tenaga dengan penetrasi tinggi sistem energi terbarukan. Kontroler multimodal area luas yang tangguh diusulkan dan digunakan bersama dengan sistem penyimpanan energi baterai (BESS) untuk meningkatkan redaman mode kritis. Kontrol yang diusulkan juga membahas masalah ketahanan yang terkait dengan sinyal kontrol dan pengontrol. Penyetelan parameter kontrol yang optimal untuk pengontrol yang diusulkan ini cukup menantang.

Oleh karena itu, algoritma kunang-kunang dianggap sebagai metode optimasi untuk merancang pengontrol multimodal area luas untuk sistem BESS, angin, dan fotovoltaik (PV). Kinerja pendekatan yang diusulkan dinilai menggunakan versi modifikasi dari sistem tenaga listrik Jawa Indonesia di bawah berbagai kondisi operasi. Kedua analisis nilai eigen dan simulasi domain waktu dipertimbangkan dalam analisis. Perbandingan dengan metode metaheuristik terkenal lainnya juga dilakukan untuk menunjukkan kemanjuran metode yang diusulkan.

Hasil yang diperoleh menegaskan kinerja unggul dari pendekatan yang diusulkan dalam meningkatkan stabilitas sinyal kecil dari sistem tenaga yang kaya-terbarukan. Mereka juga mengungkapkan bahwa pengontrol multimodal yang diusulkan dapat meningkatkan penetrasi sumber energi terbarukan di sistem tenaga Jawa hingga 50%.

Makalah ini mengusulkan pengontrol multimodal area lebar (MMC) tangguh berbasis algoritma kunang-kunang untuk sistem tenaga dengan integrasi BESS, angin, dan PV yang besar. Kinerja pendekatan yang diusulkan dinilai menggunakan versi modifikasi dari sistem tenaga listrik Jawa, Indonesia. Studi kasus yang dipertimbangkan mengkonfirmasi kemampuan MMC area luas tangguh yang diusulkan untuk mempertahankan rasio redaman yang memuaskan bahkan di bawah kegagalan komunikasi dan pengontrol yang parah, dan dengan adanya berbagai tingkat penetrasi energi terbarukan.

Pemadaman dua pengontrol berturut-turut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja redaman sistem. Dari hasil, terbukti bahwa beberapa loop kontrol kritis di MMC memiliki dampak yang lebih tinggi pada margin redaman sistem karena kontrol dan observabilitas loop. Selain itu, pengontrol yang diusulkan tidak memiliki efek buruk pada dinamika internal sistem angin, PV, dan BESS, seperti yang ditunjukkan oleh respons domain waktu nonlinier dari angin, PV, dan BESS.

Pengendali multimodal yang diusulkan dapat meningkatkan penetrasi penetrasi energi terbarukan di sistem tenaga Jawa hingga 50%. Selain itu, FA mencapai kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan algoritma lain dalam makalah ini. Dalam hal waktu eksekusi, FA dapat menemukan parameter MMC dalam waktu sekitar 7 menit, sedangkan algoritma lain membutuhkan lebih dari 10 menit. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan merancang MMC adaptif berdasarkan mesin pembelajaran ekstrim untuk menangani ketidakpastian pembangkit listrik terbarukan.

Penulis: Herlambang Setiadi, Ph.D

Editor: Muhammad Wildan Suyuti

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts