Mengenal Nanoteknologi dan Inovasinya untuk Perkembangan Dunia

Chip

FTMM NEWS – Nano adalah istilah dari Richard Feynman pada tahun 1959 dalam presentasinya berjudul “There’s Plenty of Room at the Bottom”. Beliau menjelaskan kemungkinan merekayasa sebuah materi yang sangat kecil untuk membuat mesin berukuran molekul. Banyak ilmuwan mulai mengkaji nanoteknologi, mengembangkannya, hingga adanya penemuan Scanning Tunneling Microscope oleh Gerd Binnig dan Heinrich Rohrer.  Faktanya, Nanoteknologi mulai membantu perkembangan dunia mulai dari protein sintesis, partikel virus, partikel titanium dioksida atau platinum, dan carbon nanotube.

Teknologi ini berkaitan dengan nanosains. Nanosains adalah ilmu dimana manusia berusaha untuk mempelajari berbagai gejala-gejala alam yang berukuran nanometer. Dengan demikian, ilmuwan mempelajari dunia submikroskopik, perilaku fisis, dan kimiawinya. Permasalahan dan gejala-gejala dunia mikroskopik adalah sesuatu yang di luar perilaku dunia makroskopik. Fisika Klasik, Hukum Newton, Termodinamika tidaklah cukup, di samping itu, Nanoteknologi mempelajari Fisika Kuantum, Nano Kuantum, Nanopartikel, dan Surface. Hal ini membuat banyak orang tertarik untuk mempelajari nanoteknologi 

Aplikasi Nanoteknologi

Penggunaan nanoteknologi sudah banyak tanpa orang sadari. Perangkat elektronik menggunakan benda berskala nano agar semakin efisien. Aplikasi Nanoteknologi dalam elektronika bisa meningkatkan tenaga, kapasitas, kecepatan alat. Microchip komputer misalnya. IBM memperkenalkan World’s First Nanometer Chip Technology. Ukurannya sebesar 2 nm nanosheet. Menurut IBM, performanya meningkat 45% dan kapasitas baterainya 75% lebih hemat dari chip komputer terhebat sekarang.


Setelah itu, pada bidang militer, Nanoteknologi berperan sebagai penginderaan malam hari (night vision). Elektron melewati microchannel, melipatgandakan jumlah elektron, dan melewati layar fosfor, sehingga bisa melihat penampakan pada malam. Selain militer, ada penggunaan drug delivery. Kitosan memiliki potensi sebagai drug delivery karena biocompatible, biodegradable, tidak beracun, dan tidak mahal. Peneliti mengolah Nanopartikel kitosan dengan berbagai metode yang membuatnya mudah diteliti. Kitosan berguna sebagai obat secara parenteral, peroral, okular; sebagai vektor penghantar gen non-viral, penghantar vaksin, dan terapi fotodinamik dalam pemberiannya.

 

Sumber:

Dwandaru, W. S. B. (2012, June). Aplikasi nanosains dalam berbagai bidang kehidupan: nanoteknologi. In Artikel dalam seminar Regional Nanoteknologi dengan tema “Goes to Nanotechnology Era.

Irianto, H. E., & Muljanah, I. (2011). Chitosan nanoparticles: process and their application as drug delivery. Squalen Bulletin of Marine and Fisheries Postharvest and Biotechnology, 6(1), 1-8.

 

Penulis : Altha Orifiel Tarigan

Editor : Muhammad Alesha Fadhana

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts