Manfaat AI dan Machine Learning Untuk Perbaikan Candi

FTMM NEWS – Pengembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), membantu industri konstruksi dengan memfasilitasi penyusunan kembali pecahan candi, agar menyatu kembali. Ini tidak lain karena di Pulau Jawa, memiliki 94 candi yang menjadi daya tarik populer para wisatawan mancanegara (Sedyawati, E dkk. 2013). 

Cara Kerja Kecerdasan Buatan Dalam Dataset

Kecerdasan buatan (AI) secara signifikan memengaruhi industri konstruksi dengan kemampuannya dalam mengidentifikasi perilaku berbahaya pekerja. Bahkan, AI mengumpulkan dan menganalisis data sensor, memberikan solusi waktu nyata untuk tindakan pencegahan. Menurut (Casini, L dkk. 2023) para profesional mengannotasi dataset, memungkinkan dataset tersebut menjadi bahan pembuatan model heatmap dalam Sistem Informasi Geografis (GIS). 

Pada saat yang sama, arkeolog memiliki kemampuan untuk menganalisis prediksi, mengelola survei lapangan, dan melakukan perbaikan pada dataset. Mereka menggunakan model segmentasi gambar dengan lapisan konvolusi penuh, untuk mengatasi batasan memenuhi tingkat detail. 

Kecerdasan buatan (AI) ada untuk melengkapi teknologi dengan memperbaiki struktur candi dengan drone dan AI dalam industri konstruksi (Goussous, J. S. 2020). Adapun penerapan teknologi Artificial Intelligence (AI)  dan machine learning secara khusus ternyata dapat digunakan untuk menggabungkan pecahan candi yang rusak. Selain itu, besar harapan bahwa teknologi ini dapat berperan aktif dalam pelestarian warisan budaya. Hal tersebut menunjukkan penerapan teknologi AI dan Machine Learning dapat menjadi pilihan dalam upaya menjaga warisan budaya agar tetap eksis. 

Daftar Pustaka

Casini, L., Marchetti, N., Montanucci, A., Orrù, V., & Roccetti, M. (2023, Mei 29). A human-AI collaboration workflow for archaeological sites detection. Springer Nature Journal.

Goussous, J. S. (2020). Artificial Intelligence-based Restoration: The Case of Petra. Civil Engineering and Architecture, 8(6), 1350-1358

Hamdoun, A., Ronald, A., Ikaputra, I., & Adrisijanti, I. (2015). Inkonsistensi Pola Pemugaran pada Candi Sewu: Dialog Kritis antara Arkeologi dan Arsitektur. University Research Colloquium.

Sedyawati, E., Santiko, H., Djafar, H., Maulana, R., Ramelan, W. D. S., Ashari, C., (2013). Candi Indonesia seri Jawa. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Penulis : Nisrina Khairunisa

Editor : Andri Hariyanto

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts