Mahasiswa KKN BBK 2 di Jember Tes Kualitas Air Rumah Tangga

FTMM NEWS – Mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga, melakukan pengukuran kualitas air dalam kegiatannya selama KKN BBK 2 di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Mahasiswa melakukan kegiatan pengukuran kualitas air di Desa Badean pada 3 objek area, diantaranya adalah objek MCK atau selokan pembuangan air di rumah penduduk, sungai, dan sumber air. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air yang konsumsi masyarakat Desan Badean untuk kebutuhan sehari-hari.

Selama 5 hari, 14 – 18 Juli 2023, kegiatan pengukuran kualitas air ini menggunakan water meter Lutron YK-2001PHA. Mahasiswa mengukur parameter suhu ambien, tingkat kekeruhan (TDS), tingkat keasaman (pH), kadar oksigen terlarut (DO), dan juga redox (ORP). Mahasiswa menggunakan alat ukur tersandarisasi yang sama, namun dengan probe yang berbeda. Sedangkan metode pengukuran adalah kuantitatif dengan variasi pengujian 65 sampel.

Mahasiswa menguji sampel air di pemukiman dengan melakukan pengambilan data pada ketiga area pemukiman area di Desa Badean, yaitu area bawah (Dusun Krajan 1), tengah, dan atas (Dusun Krajan 2). Sedangkan untuk pengambilan data kualitas air sungai, mahasiswa mengambil data di aliran sungai Pucak Pakel dengan koordinat -8.123061, 113.589813. Terdapat 3 titik pengukuran di lokasi ini. Kemudian, objek ketiga adalah sumber air utama di Desa Badean. Ada 3 lokasi pengukuran sumber air yaitu pada koordinat S08°07.955′ E113°35.288′, S08°07.616′ E113°35.131′, dan S08°07.613′ E113°35.313′.

Analisis data kualitas air di rumah tangga dilakukan dengan pengambilan sampel yang diminta dari rumah ke rumah. 3 area desa untuk pengambilan sampel rumah tangga adalah area bawah, tengah, dan atas desa. Mahasiswa mengambil 10 sampel air dari rumah tangga di setiap area, sehingga total terdapat 30 sampel air rumah tangga. Begitu juga dengan sampel air selokan diambil di 3 area berbeda di sekitar pemukiman warga.

Pengujian Sampel Air

Gambar 4. Pengujian sampel air objek MCK dari salah satu rumah warga.

Sampel air pada Gambar 4 berasal dari salah satu rumah warga. Kemudian air sampel dianalisis menggunakan water meter dengan parameter yang sudah disebutkan sebelumnya. Berikut adalah hasil analisis kualitas air rumah tangga di Desa Badean:

Tabel 1. Hasil analisis kualitas air rumah tangga di Desa Badean

Variabel Ph Suhu

(Celcius)

TDS

(ppm)

ORP

(mV)

DO

(%O2)

Sebaran 0.3 0.5 24.1 28.8 10.3
Rerata 7.1 26.9 105.9 168.2 46.1
Min 6.4 25.8 88.9 101.0 21.5
Maks 7.8 27.7 222.0 281.0 75.0

Hasilnya, dari Tabel 1 terlihat bahwa tingkat keasaman air rumah tangga yang digunakan untuk keperluan konsumsi dan MCK dalam kondisi bagus, sekitar 7. Hal tersebut sejalan dengan penuturan Healthline, 2021. Alkaline Water: Benefits and Risks yaitu 7 – 8. Dengan kadar oksigen yang berkisar antara 21.5 – 75 %, kita dapat menyimpulkan bahwa air ini merupakan air bersih yang sehat. Dilihat dari tingkat kekeruhan (TDS) ternyata juga masih dalam kondisi normal yaitu sekitar 105 ppm. Menurut sumber dari The Berkeley, 2022. What Is The Acceptable Total Dissolved Solids (TDS) Level In Drinking Water? TDS yang sangat baik untukk diminum adalah 50 – 150 ppm.

Penulis: Prisma Megantoro

Editor: Rizky Astari Rahmania

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts