Lokakarya Matching Fund FTMM Bahas Potensi energi baru Terbarukan di Indonesia

FTMM NEWS – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga mengadakan Lokakarya Matching Fund Pembuatan Modul dan Media Pembelajaran Berbasis Problem Based Learning (PBL) pada Kamis (11/11/2021). Kegiatan tersebut menghadirkan salah satu pembicara, Dedet C. Riawan, S.T., M.Eng., Ph.D, selaku Ketua FORTEI Regional 7. Dedet mengungkapkan potensi energi baru terbarukan Indonesia sangat besar, namun kurang pemanfaatannya.

Menurutnya, potensi tenaga surya mencapai 207,8 Gigawatt. Namun pemanfaatannya baru sebesar 22,6 Megawatt (2021) saja.

“Selain tenaga surya, sumber energi baru terbarukan di Indonesia sangat beragam. Seperti energi hidro, panas bumi, bioenergi, angin, hingga energi laut,” ungkapnya.

Energi surya yang kita gunakan, sambung Dedet, baru 22,6 bukan gigawatt, tapi megawatt. Ini sangat jauh sekali dari potensi yang kita miliki. Kalau kita bisa memanfaatkan secara masif, maka hal-hal terkait keterbatasan bahan bakar fosil dan emisi dapat kita kurangi.

Fakta yang kita ketahui, isu emisi gas hingga fakta sumber daya alam akan habis memaksa kita harus beralih ke energi baru terbarukan. Data dari Dewan Energi Nasional 2019 menyebutkan, persediaan minyak bumi hanya cukup sampai 9,5 tahun, sedangkan gas 19,9 tahun, serta batubara 65 tahun.

PEMAPARAN Materi oleh Dr. Iswanto, S.t., M.Eng
PEMAPARAN Materi oleh Dr. Iswanto, S.t., M.Eng

Pembelajaran Berbasis PBL

Sementara itu, perihal pembelajaran berbasis PBL, Dosen Teknik Elektro ITS itu menjelaskan implementasi Problem Based Learning pada topik EBT dapat dilakukan dengan lebih menarik ketika menggunakan data dan informasi riil. Namun, menurutnya dasar teori terkait konversi energi baru terbarukan tetap menjadi kebutuhan untuk mahasiswa.

“Yang tak kalah penting, pembelajaran harus didukung dengan peralatan praktikum serta sarana terkait implementasi EBT dalam bentuk plan riil,” imbuhnya.

Terlebih, pengetahuan terkait produk akan membantu mahasiswa dalam melatih engineering-sense ketika melakukan perhitungan dalam skala desain. Kegiatan Lokakarya ini menghadirkan praktisi, akademisi, hingga peneliti. Selain Dedet, Dosen Teknik Elektro UMY Dr. Iswanto, S.T., M.Eng, dan Irawan Eko Prabowo, S.T., M. Eng, selaku Praktisi di Bidang Telemetri juga hadir sebagai pemateri.

Pada akhir, Dekan FTMM UNAIR Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt. berharap, kolaborasi pada kegiatan kali ini akan menjadi solusi atas permasalahan di Indonesia.

“Intinya, semua itu meningkatkan keterserapan lulusan sesuai kebutuhan di masyarakat. Maka dari itu, kita tidak hanya bergerak dari sisi riset, melainkan juga sisi pembelajaran yang mendekati kenyataan di masyarakat, bagaimana itu akan membuahkan solusi,” tutupnya.(*)(erk/wil)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

Mengenal Komputer Vision

FTMM NEWS – Komputer vision adalah salah satu bahasan yang menarik di prodi Teknologi Sains Data. Komputer vision adalah bidang