Kepemimpinan Pertama, Prof. Dwi: FTMM sebagai Pilar Ke-4 Bidang Engineering dan Katalisator Pengembangan Riset di UNAIR

Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt, Dekan pertama Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga. (Foto: M. Alif Fauzan)

FTMM NEWS – Nahkoda kepemimpinan pertama Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga dipercayakan oleh Rektor UNAIR kepada Prof. Dr. Dwi Setyawan, S.Si., M.Si., Apt. Sebelumnya, Prof. Dwi – sapaan akrabnya – merupakan dosen aktif di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga.

Dalam masa kepemimpinan beliau, FTMM akan berusaha menguatkan koordinasi dan kolaborasi dalam berbagai kegiatan tridharma. Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika akan turut dilibatkan dalam upaya mempromosikan FTMM secara masif, agar fakultas yang masih terhitung baru ini semakin dikenal masyarakat.

“Selain branding yang kuat, FTMM sebagai fakultas yang berkecimpung dengan engineering harus memberikan kontribusi dan inovasi mutakhir untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Menghasilkan bibit-bibit yang berkualitas untuk menciptakan berbagai teknologi inovasi yang bersifat maju dan melibatkan lintas keilmuan, merupakan tantangan nyata bagi FTMM di era Industri 4.0 ini. Dalam menghadapinya, FTMM akan secara rutin menggelar diskusi mengenai perkembangan teknologi unggul, dengan menghadirkan berbagai narasumber yang merupakan pakar di bidangnya atau menjalin kerjasama dan kolaborasi riset dengan mitra dalam maupun luar negeri.

Tak hanya itu, bersama segenap jajaran dosen FTMM, Prof. Dwi juga akan mendukung program-program pengembangan diri mahasiswa agar menjadi lulusan yang kreatif, inovatif, handal dan mampu menerapkan jargon UNAIR: Excellent with Morality.

“FTMM akan menjadi fakultas teknik yang unggul dan bermartabat, berperan aktif dalam pengembangan, penerapan, dan kolaborasi ilmu pengetahuan. Serta berintegritas tinggi, berbudaya, berasaskan Pancasila dan berdasarkan moral agama untuk menyelesaikan persoalan bangsa,” tegasnya.

 

Kembangkan Teknologi Mutakhir untuk Masyarakat

Mengingat FTMM adalah fakultas yang berkontribusi di ranah teknologi dan engineering. Maka, seluruh dosen FTMM akan bekerja bersama-sama untuk melakukan penelitian guna menciptakan temuan dan inovasi mutakhir, yang tentunya juga melibatkan kontribusi dari para mahasiswa.

“FTMM didirikan sebagai katalisator dan pilar ke-empat, bidang Engineering, disamping health science, social science dan life science,” tandasnya.

Jadi, sambung Prof. Dwi, selain luarannya berupa karya produk inovasi kolaborasi keilmuan, UNAIR memprioritaskan pemberian dampak besar bagi masyarakat. Contohnya saja Robot ARTA (Airlangga Triage Assistant), ISYANA (Integrated Sprayer and Data Acquisition), Drone Medis serta stasiun cuaca yang selama ini dikembangkan.

Menurut Prof. Dwi, segala hasil penelitian dan pengembangan teknologi akan dipersembahkan sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan masyarakat. Selain itu, hal ini juga akan membantu masyarakat dalam membangun startup yang inovatif agar dapat bersaing dengan kompetitor.

“Kita akan merekrut dosen-dosen yang berkualitas, baik lulusan dalam negeri maupun luar negeri. Penambahan fasilitas pembelajaran dan riset juga akan terus di-upgrade, serta membangun kerjasama dengan mitra dalam dan luar negeri,” jelasnya.

FTMM telah menyiapkan inovasi pembelajaran untuk generasi milenial. Inovasi dan kolaborasi riset yang menjawab permasalahan bangsa berbasis Information Technology dan Artificial Intelligence, serta kolaborasi tiga pilar UNAIR pun menjadi unggulan FTMM kedepannya.

“Saat ini sedang menyusun draft kerjasama dengan Universiti Kebangsaan Malaysia, perguruan tinggi di Taiwan, Jepang, Australia, serta IOWA USA.  Kami akan berkolaborasi dalam segala kegiatan, termasuk outbond program,” tambahnya sebelum mengakhiri wawancara.(*)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

Banding UKT

Banding UKT untuk Mahasiswa Unair

Pandemi Covid19 yang sedang terjadi di Indonesia ini sangat berimbas pada semua sektor ekonomi yang akhirnya juga berimbas pada semua