Kepemimpinan Pertama, BEM FTMM Ajak Mahasiswa Fokus pada SDGS dan Siap Bersaing di Tingkat Global

FTMM NEWS – “Kabinet Maju BEM FTMM akan menjadi pondasi supaya rumah dapat berdiri dengan kokoh,” ujar Aqil Naufal Rizqullah, Presiden BEM Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) ketika menjelaskan Kabinet Maju, kabinet yang akan dia pimpin.

Menggandeng Azka Muhammad Pinandito mahasiswa prodi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan, Aqil -sapaan akrabnya- menjadi nahkoda BEM FTMM angkatan pertama untuk setahun ke depan. Kabinet Maju mengusung tagline ‘Maju Karena Kita, Maju untuk Kita’.

“Nama Kabinet Maju diambil karena kami meyakini kemajuan yang terjadi di masa depan terjadi karena kolaborasi kita bersama. Apapun yang kita lakukan akan kembali kepada kita dan masyarakat luas,” tegas mahasiswa prodi Rekayasa Nanoteknologi angkatan 2020 itu.

Program Unggulan

Aqil mengungkapkan bahwa saat ini kabinetnya tengah menyiapkan beberapa program unggulan. Program Airlangga Technology Week misalnya, di inisiasi sebagai wadah untuk mahasiswa mengikuti perkembangan teknologi saat ini melalui gelaran kompetisi.

Lebih lanjut, terdapat juga program Digital Upself yang mendorong mahasiswa FTMM beradaptasi pada Revolusi Industri 4.0 menuju Society 5.0. Program ini berbentuk pelatihan digitalisasi bagi mahasiswa.

“Program-program tersebut dipastikan dapat masuk kedalam pilar-pilar SDG’s. Terlebih kita juga memiliki Kementerian Sosial Pengabdian Masyarakat yang akan berfokus pada SDG’s dan penerapannya dalam wujud pengabdian masyarakat,” sahutnya.

Komitmen Kesetaraan Gender

Aqil juga menekankan komitmen kabinetnya atas isu kesetaraan gender. Kabinet Maju akan menghadirkan program unggulan ‘RAMA’ yang berarti Setara dan Aman. Program ini ada di bawah Kementerian Pemberdayaan Mahasiswa dan Gender. Nama ‘Pemberdayaan Mahasiswa’ di pilih karena kabinetnya ingin memberdayakan tidak hanya perempun, tapi juga laki-laki.

“Program ini bertujuan supaya mahasiswa, baik perempuan maupun laki-laki, semakin aware dengan apa itu kesetaraan gender. Termasuk ekosistem kuliah pun semoga akan kondusif serta bebas dari masalah kekerasan seksual,” paparnya.

Selain itu, Aqil, Azka, dan 10 Kementeriannya tengah mempersiapkan program-program yang dapat mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Aqil menyatakan, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kemahasiswaan FTMM untuk meramu program yang mampu meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam agenda Kemendikbud Ristek itu.

Melalui berbagai program tersebut, Aqil berharap satu tahun ke depan dia bersama BEM FTMM akan mampu menjadi pelopor dan pembangun citra baik FTMM di tingkat Universitas maupun Nasional. Terlebih Aqil dan kawan-kawan harus bekerja ekstra karena belum memiliki senior di BEM yang dapat menjadi sumber pembimbing.

“Sebagai BEM pertama yang resmi berdiri di FTMM, kami ingin menjadi pondasi bagi penerus kita kelak. Mulai dari birokrasi, administrasi, hingga program unggulan akan kami persiapkan. Semoga kelak kita mampu memfasilitasi dan meningkatkan potensi seluruh mahasiswa FTMM secara global,” tandasnya. (*)(itg.wil)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

X