Kenali Bahaya Wi-fi Publik

FTMM NEWS – Wi-fi publik merupakan wifi yang bebas diakses oleh siapapun tanpa dipungut biaya. Karena disediakan dengan gratis, wi-fi publik sangat digemari oleh masyarakat untuk melakukan akses ke berbagai layanan yang membutuhkan akses internet. Dari kelebihan tersebut, Wi-fi publik menyimpan risiko keamanan dan privasi terutama yang tidak memerlukan autentikasi (login) dan tidak menyediakan enkripsi (proses mengkonversi informasi menjadi kode rahasia). 

Salah satu risiko berbahaya dari penggunaan wi-fi publik adalah Man in the Middle Attack (MitM). MitM merupakan serangan yang bekerja dengan cara menyusup di tengah “percakapan” antara korban dan server yang dituju. Sehingga, seringkali korban tidak menyadari ketika serangan menimpanya. Peretas memposisikan diri di antara dua perangkat yang saling terkoneksi dan menyadap. MitM dapat menerima semua data yang kita masukkan Ketika mengakses wifi publik contohnya misal kita membuka m-banking dengan username dan password maka username dan password kita akan diketahui oleh peretas.

Dari hasil studi di Jepang tepatnya di Kota Nara dengan pemasangan 11 wi-fi publik gratis terjadi 77 juta kali pertukaran informasi dari perangkat yang digunakan dengan internet dalam waktu 150 jam percobaan dilakukan. Sebanyak 196 smartphone yang berbeda telah menggunakan jaringan internet ini untuk mengirimkan foto, dokumen, email, bahkan login di aplikasi yang sangat penting. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kurang waspada terhadap betapa bahayanya wi-fi publik ini. Selain MitM, phishing dan malware juga merupakan risiko penggunaan jaringan internet nirkabel. Worm atau virus yang dapat menyerang perangkat yang kita gunakan juga dapat terjadi dan menyebabkan device mengalami kerusakan.

Ciri-ciri wi-fi publik yang berbahaya adalah jaringan internet nirkabel memiliki nama yang aneh dan tidak memiliki password, memerlukan data pribadi apapun saat terkoneksi free wi-fi seperti NIK dan lainnya. Ketika terkoneksi pada wifi dan perangkat yang kita gunakan menjadi lebih lambat dari biasanya maka hal ini menandakan adanya MitM yang mengintai device. Jika hal ini terjadi segera disconnect perangkat dari wifi publik. Walaupun demikian, terdapat wi-fi publik yang tidak berbahaya walaupun memiliki kemungkinan kecil dan tidak ada yang bisa menjamin wi-fi publik aman dari bahaya. Tips dan trik memilih wi-fi publik yang bisa digunakan adalah mengetahui pasti bahwa wi-fi tersebut resmi dan menggunakan wireless security yang baik (ber-password atau pun memerlukan login). Tidak memerlukan data pribadi apapun saat terkoneksi free wi-fi seperti NIK dan lainnya.

Disarankan tidak menggunakan wi-fi publik terutama untuk transaksi yang private dan penting seperti data internet banking atau mobile banking, login ke sosial media, dan akses-akses lain yang penting terutama yang membutuhkan memasukkan username dan password. Namun, Jika kita terpaksa harus menggunakan wifi publik tipsnya adalah meningkatkan keamanan device kalian (laptop atau smartphone) yang kalian gunakan. Gunakan HTTPS atau SSL Certificate juga dapat mengamankan data dari pihak tidak bertanggung jawab saat menggunakan search engine. Gunakan VPN (Virtual Private Network) namun penggunaan VPN juga perlu hati-hati terhadap kebocoran data terutama VPN yang abal-abal. Selalu aktifkan firewall dalam penggunaan jaringan internet sehingga peretas tidak begitu mudah untuk mengambil data kita.(mar/and)

Penulis : Dr. Maryamah, S.Kom Dosen Teknologi Sains Data FTMM

 

Referensi:

Sombatruang, N., Kadobayashi, Y., Sasse, M. A., Baddeley, M., & Miyamoto, D. (2018, August). The continued risks of unsecured public Wi-Fi and why users keep using it: Evidence from Japan. In 2018 16th annual conference on Privacy, Security and Trust (PST) (pp. 1-11). IEEE.

Shahin, E. (2016). Is WiFi worth it: The hidden dangers of public WiFi. Cath. UJL & Tech, 25, 205.

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts