Jangan Sampai Salah Memaknai Istilah “Big Data”, Kenali dengan Konsep “The Five V”

FTMM NEWS – Belakangan ini istilah big data seringkali menjadi perbincangan publik melalui forum ilmiah maupun sosial media. Hal ini tentu berkaca pada fakta bahwa masyarakat masih didominasi oleh ketidakpahaman terhadap apa yang sebenarnya dimaksud dengan big data.

Merespons hal tersebut, Ratih Ardiati Ningrum, M.S., M.Stat., yang merupakan dosen Program Studi Teknologi Sains Data (TSD) Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga  menjelaskan bahwa sebuah data dapat dikategorikan sebagai big data berdasarkan lima hal yang terangkum dalam konsep “The Five V”. 

 

Lima Konsep V

Konsep V yang pertama adalah volume (ukuran). Ratih menjelaskan jika terdapat data dengan ukuran yang besar maka data tersebut termasuk sebagai big data. Berikutnya adalah velocity (kecepatan). Jika suatu data memiliki arus atau pergerakan yang cepat maka data tersebut juga termasuk kedalam big data. Kategori ketiga berdasarkan pada variety (jenis) yang beraneka ragam dimana sebenarnya suatu data tidak hanya terdiri dari data terstruktur, namun juga dapat berbentuk data semi terstruktur dan data tidak terstruktur.

“Data terstruktur merupakan data yang telah tersusun rapi, sedangkan data tidak terstruktur (unstructured data) merupakan data-data berupa gambar maupun suara seperti data mengenai gambar X-Ray dan lain sebagainya,” jelasnya.

Selanjutnya, sambung Ratih, kategori keempat adalah berdasarkan veracity (akurasi atau konsistensi). Kategori ini menekankan apakah data yang dimiliki merupakan data yang valid atau tidak. Lalu yang terakhir, suatu data dapat dikategorikan sebagai big data berdasarkan value (nilai).

Value berkaitan dengan nilai data. Maksudnya, data tersebut harus dapat memberikan insight, knowledge, maupun informasi,” ungkap Ratih.

 

Bermanfaat untuk Berbagai Aspek Kehidupan

Big data, sambung Ratih, dapat dimanfaatkan ke dalam berbagai sektor kehidupan manusia setelah melalui proses data mining atau pengolahan. Beberapa contoh bidang yang dapat memanfaatkan big data antara lain bidang pertanian, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

“Jika kita bisa mengolah data, misalnya mengenai review produk di sebuah e-commerce, maka data tersebut bisa menjadi informasi bagi penjual. Karena kita dapat mengetahui apakah produk dapat diterima masyarakat, apa kekurangan produk, dan lain sebagainya, dengan memodelkannya berdasarkan data review produk yang dimiliki”imbuhnya.

Menurut Ratih, istilah big data telah hadir sejak lama. Namun, istilah tersebut mulai menjadi perbincangan karena dilatarbelakangi oleh era saat ini, dimana manusia hidup dalam era revolusi industri 4.0 dan society 5.0 yang serba digital.

“Saat ini teknologi semakin maju, paling tidak setiap orang memiliki satu smartphone. Maka, bisa dibayangkan seberapa besar data yang dihasilkan dari masing-masing orang tersebut hanya dengan satu gawai,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri, Ratih menegaskan bahwa jika kita mampu mengolah data dengan tepat, maka akan banyak informasi bermanfaat yang akan kita dapatkan. (*)(wil/cpw)

Picture Source: WallpaperSafari

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts