Ini Hasil Analisa Pengukuran Kualitas Udara di Desa Badean Kab. Jember

FTMM NEWS – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga melakukan pengukuran kualitas udara di Desa Badean Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember, disela agenda  Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 2 tahun 2023. Mahasiswa melakukan pengukuran pada tanggal 14 Juli 2023 dengan rentang waktu pengukuran dari pukul 10.14 sampai dengan pukul 17.36 WIB. Lokasi Desa Badean terletak pada koordinat -8.139937, 113.589977.  Lokasi ini merupakan lereng sebelah selatan Gunung Argapura.

Mahasiswa melakukan pengukuran dengan metode kuantitatif pada 3 area di Desa Badean, yaitu area bawah (Dusun Krajan 1), tengah, dan atas (Dusun Krajan 2). 3 area ini merupakan pemukiman yang cukup padat dengan rumah penduduk, fasilitas umum, dan jalan umum. Mahasiswa mengambil sampel di tiap area sebanyak 10 sampel dengan jarak 50-100 meter dari masing-masing titik pengukuran. Sehingga, jumlah total pengukuran adalah 30 titik di Desa Badean.

Pengambilan Sampel Data

(a)                                                            (b)

Gambar 1. Pengambilan sampel data (a) konsentrasi oksigen (O2) dan (b) karbon dioksida (CO2) dalam udara di lingkungan Desa Badean.

Mahasiswa melakukan pengambilan data kualitas udara dengan pengukuran 2 parameter, yaitu konsentrasi oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2) dalam udara. Pengukuran konsentrasi O2 menggunakan perangkat O2 meter Lutron PDO-519 dan konsentrasi CO2 menggunakan perangkat CO2 meter Lutron GC-2028. Pengukuran dilakukan secara sekuensial di area pemukiman, jalan umum, dan lahan di lingkungan.

Gambar 2. Peta sebaran data konsentrasi O2 di Desa Badean

Hasil pengukuran dari ketiga area menunjukkan konsentrasi O2 yang tidak terlalu tinggi, yaitu berkisar antara 17.6 – 18.4 %. Standar deviasi konsentrasi O2 bernilai 0.2 % dan rata-rata 17.89 % menunjukkan sebaran nilai tidak terlalu bagus. Artinya konsentrasi O2 di ketiga area ini tidak berbeda secara signifikan. Hanya saja di area tengah (Krajan 1), pengukuran konsentrasi O2 menunjukkan nilai sekitar 1.8 % lebih tinggi dari kedua area lainnya. Hal tersebut terjadi karena masih banyaknya pohon dan tumbuhan di sekitar area. Rentang konsentrasi yang sehat menurut Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan adalah 20 %, sehingga konsentrasi udara di Desa Badean bisa terbilang cukup untuk mendukung kehidupan manusia.

Gambar 3. Peta sebaran data konsentrasi CO2 di Desa Badean

Hasil pengukuran dari ketiga area menunjukkan konsentrasi CO2 yang juga tidak terlalu tinggi, yaitu 505 – 524 ppm. Hal tersebut masih dalam kondisi yang normal, tidak terdapat polusi udara yang berlebihan dan masih aman untuk manusia. Standar deviasi konsentrasi CO2 bernilai 5.02 % dan rata-rata 515.8 ppm menunjukkan sebaran nilai tidak terlalu bagus. Artinya, konsentrasi CO2 di ketiga area ini tidak berbeda secara signifikan. Berdasarkan pengamatan secara langsung di lapangan, memang lalu lintas kendaraan bermotor masih jarang. Namun yang menjadi perhatian adalah pembakaran sampah di setiap rumah warga yang dapat menyebabkan kenaikan konsentrasi CO dan CO2 di area Desa Badean. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas udara di Desa Badean ini dalam kategori bagus, dimana sangat aman dihirup oleh manusia.

Penulis : Prisma Megantoro, Andri Hariyanto

Editor : Rizky Astari Rahmania

 

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts