Hadirkan Praktisi Smart Farming, FTMM Ulas Potensi Teknologi Pertanian Indonesia

FTMM NEWS – Bulan November bagi Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin terbilang sangat padat. Pasalnya FTMM memiliki banyak serangkaian acara nasional hingga internasional. Mulai dari webinar dengan pakar terkemuka, hingga pengabdian masyarakat internasional. Pada Kamis (17/11) FTMM menggelar kuliah tamu yang membahas perihal teknologi robot terbang dalam pertanian dan manfaatnya pada era saat ini. Yosa Rosario selaku Chief Operation Officer PT Aria Agri Indonesia hadir sebagai pembicara praktisi pada agenda tersebut. Meski berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting, peserta sangat antusias dan aktif.

Yosa menjelaskan bahwa teknologi terus berevolusi seiring perubahan zaman. Saat ini, menurut Yosa, Indonesia tergolong belum cukup modern dalam hal optimalisasi teknologi.

“Contohnya dalam agriculture, masyarakat kita masih dengan metode konvensional. Padahal, bidang ini sangat potensial mengingat kita sebagai negara agraris,” tandas Yosa.

Potensi itulah menurut Yosa yang harus terus dikembangkan. Tentu hal itu mengingat besarnya geografis Indonesia dalam hal pertanian. Menurutnya, lahan pertanian terus terbuka, namun jumlah petani di Indonesia setiap tahun terus berkurang.

“Kendalanya adalah penurunan minat anak muda untuk menjadi petani. Karena mungkin mereka berfikir bahwa bertani adalah hal yang ketinggalan zaman,” sambungnya.

TANGKAPAN Layar Zoom Meeting Kuliah Tamu FTMM

Potensi Teknologi dalam Agrikultur

Padahal, bidang pertanian adalah hal yang sangat potensial. Terlebih dengan optimalisasi teknologi dalam proses bertani. Lebih lanjut, Yosa melihat dari permasalahan berdasar analisa kondisi lingkungan saat ini perlu modernisasi pada teknologi bidang pertanian.

Hal itu, lanjutnya, seperti menghadirkan teknologi pesawat drone berbasis IoT untuk mendukung pertanian seperti halnya bisnis yang saat ini ia rintis.

Teknologi drone saat ini sangat membantu pertani dalam mengontrol dan memberikan teknologi SaaS. Hal ini membantu petani untuk melakukan proses penanaman memanfaatkan data yang terhubung langsung. Berangkat dari hal ini, petani dapat melakukan aktivitas penyemprotan yang akurat.

“Kami ingin membantu petani memperoleh hasil pertanian yang berkualitas dengan proses penanaman yang tepat. Sekaligus meminimalisir penggunaan tenaga kerja di lapangan guna memancing lebih banyak petani muda untuk masuk ke sektor pertanian melalui teknologi,” pungkasnya(*)(lw/wil)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts