Gunakan Topologi Telemetri, Dosen Teknik Elektro Berhasil Percepat Pengiriman Data Pengukuran Jarak Jauh

FTMM NEWS – Pemakaian metode konvensional pada media komunikasi berimbas pada ketidakefektifan pengiriman data pengukuran jarak jauh. Hal itu menyebabkan pengiriman data menjadi lambat dan tidak real-time.

Merespons hal tersebut, Prisma Megantoro, S.T., M.Eng., selaku dosen Teknik Elektro (TE) Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Universitas Airlangga meneliti penggunaan topologi telemetri untuk mengatasi masalah ketidakefektifan pengiriman data dari pengukuran jarak jauh, dan penggunaan pengukuran jarak jauh agar dapat meningkatkan kepraktisan dan keandalan pengukuran. 

“Metode yang diusulkan berhasil mengirimkan beberapa data analog dari NodeMCU ke komputer melalui WiFi dan dapat mengatur komunikasi serta tidak hanya mengolah data secara efektif. Namun, juga secara real-time dengan aplikasi user interface (UI) yang menarik dan informatif,” ungkapnya. 

Penggunaan mikrokontroler, sambung Prisma, memungkinkan penerapan sistem tertentu. Sistem digunakan untuk komunikasi data pada jaringan internet yang menghubungkan alat pendeteksi dan pemroses data. Penerapan IoT berfungsi meningkatkan efektifitas, kepraktisan, dan reliabilitas pengukuran, sehingga pengguna tidak perlu mendatangi titik pengukuran secara langsung untuk memantau secara real-time.

Sebanyak empat buah board mikrokontroler NodeMCU 8266 digunakan sebagai pemroses data analog dan komunikasi nirkabel, serta memakai potensiometer 10k untuk setiap NodeMCU sebagai representasi sensor analog. Perubahan nilai masing-masing sensor analog diwakili oleh putaran kenop masing-masing potensiometer. 

Nantinnya, data analog dikirim ke setiap server NodeMCU dan dikirim kembali ke klien jika sewaktu-waktu diminta. Data analog yang berhasil dikirim dari server akan ditampilkan pada aplikasi UI.

“Dalam sistem pengukuran telemetri nirkabel, semua perangkat harus terhubung pada jaringan WiFi yang sama. Penelitian ini menggunakan empat buah papan NodeMCU dengan IC ESP 8266 yang berfungsi sebagai server, serta satu program UI yang dibuat dengan pemrograman visual basic pada komputer,” jelasnya.

Keempat NodeMCU merupakan pengukuran fenomena analog di lokasi terpisah dan tidak secara nirkabel. Setiap NodeMCU mengambil data analog dengan fitur analog to digital converter (ADC) pada pin A0. Hanya terdapat satu fitur ADC di papan dengan resolusi 10-bit dan tegangan input berkisar dari 0V hingga 3,3V DC.

Setiap NodeMCU yang menjadi server akan memiliki alamat IP dinamis untuk mengirimkan data ke klien. Data pembacaan sensor analog akan dikirim ke server melalui router Wi-Fi. Kemudian, program UI yang dibuat di komputer akan menghubungkan ke setiap server NodeMCU dan mengambil data yang tersedia dalam bentuk teks. 

“Data kemudian diolah, lalu ditampilkan ke UI dan disimpan dalam bentuk excel di penyimpanan komputer. Catatan penting dalam model ini, peralatan komputer harus terhubung ke jaringan lokal yang sama dengan semua server NodeMCU,” tegasnya.

Hasilnya menunjukkan metode komunikasi dalam hal pengiriman data analog dari masing-masing sensor dan NodeMCU ke komputer secara telemetri dan nirkabel. Metode tersebut berhasil dilakukan dengan topologi masing-masing NodeMCU bekerja sebagai server dan komputer sebagai klien.

Perangkat lunak berbasis visual basic bertindak sebagai pengolah data klien yang mengirimkan permintaan data ke setiap server untuk meminta proses pengambilan data dari sensor analog. Ketika setiap NodeMCU menerima permintaan data, maka akan segera menjalankan proses dan mengirimkannya ke server dan diterima oleh program klien.(*)

Photo source: Sumit Bhowal on Technofaq

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts