FTMM NEWS – Dua mahasiswa Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga kembali meraih prestasi Internasional. Adalah Andi Faiz Naufal Zain dan Lakki Taj Roid mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan 2020 dan 2021. Dua prestasi internasional sekaligus berhasil mereka raih dalam ajang Robocup Asia-Pacific Aichi Japan.
Faiz mengungkapkan prestasi yang mereka raih adalah 1st Place RCAP Influencer Award – Most Popular Video. Pada kategori RCAP CoSpace Rescue Challenge, U19 dan 2nd Place RCAP Influencer Award – People’s Choice pada kategori lomba RCAP CoSpace Rescue Challenge, U19.
“Robocup merupakan kompetisi kelas internasional. Ajang ini dapat melatih skill dalam berlogika dan mengembangkan teknologi,” ujarnya.
Gagasan kami, sambungnya, memberikan algoritma terbaik dalam memprogram robot. Tujuannya agar dapat memindahkan barang dari satu zona ke zona lainnya secara cepat dan akurat. Serta dapat menghindari berbagai rintangan yang ada dengan aman.
“Algoritma tersebut dapat di implementasikan kepada perusahaan serta pihak tertentu yang sedang membutuhkan robot. Utamanya sebagai tenaga kerja pemindah barang dari satu tempat ke tempat lainnya secara cepat dan akurat. Kemudian, gagasan ini masih bisa di kolaborasikan dengan Artificial Intelligence (AI). Ini akan mempermudah pengguna serta perusahaan terkait,” paparnya.
Pendeteksian
Lebih lanjut, Faiz menceritakan bahwa cara robot mendeteksi setiap benda dan zonanya adalah dengan mendeteksi perbedaan warna melalui sensor. Jika robot sudah dapat melakukan tugas dengan baik, sambungnya, serta sesuai dengan perintah program, setiap kelompok melakukan presentasi tentang tim mereka dan apa saja strategi mereka dalam mengarahkan robot sesuai tugasnya.
“Penjurian dilakukan dengan mengirim program dan video presentasi kepada pihak Robocup. Video presentasi yang memiliki views dan like terbanyak, akan masuk ke salah satu kategori penjurian di lomba tersebut,” jelasnya.
Faiz dan rekannya berharap dengan adanya logika serta algoritma yang tepat, dapat membantu pihak tertentu seperti perusahaan, dalam mempercepat proses pemindahan barang secara akurat dalam lingkup pabrik dan industri besar lainnya, hanya dikendalikan oleh robot. “Pengembangan juga dapat terus dilakukan dengan adanya kolaborasi dengan program AI yang akan lebih memudahkan robot dalam bekerja memindahkan barang,” ungkapnya.
“Semoga kedepan FTMM UNAIR dapat menjadi fakultas teknik unggulan di Indonesia maupun dunia yang selalu memberikan kontribusi dan perubahan untuk bangsa Indonesia dan dunia. Melalui prestasi dan inovasi teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan pada era industri 5.0,” pungkasnya. (*)(un/wil)