Tiga Mahasiswa FTMM Sabet Runner Up Ajang Internasional

FTMM NEWS – Tiga mahasiswi Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga baru saja menorehkan prestasi membanggakan dalam kancah internasional. Synergy Team yang terdiri dari Priskila Yohana, Valencia Tesalonika, dan Rike Surya Shafarani, berhasil menyabet 2nd Runner Up pada ajang White Paper Competition (WPC) Industrial Workshop 2021 di Universitas Gadjah Mada.

Saat dihubungi secara bersamaan, ketiga mahasiswi Teknik Industri itu menuturkan jika mereka sangat senang dan bersyukur. “Sangat senang, bersyukur, dan bangga sekali karena kami dapat meraih kemenangan di lomba akademik tingkat internasional,” tutur Valencia selaku ketua tim.

Valencia juga mengungkapkan bahwa ini merupakan kemenangan pertama mereka dan menjadi kabar baik untuk FTMM. Ketertarikan mengikuti WPC UGM 2021 berawal dari kompetisi tersebut yang berkaitan dengan bidang keilmuan mereka, yakni Teknik Industri. Sehingga, Valencia melanjutkan, kompetisi tersebut sekaligus menjadi tantangan untuk meningkatkan pengetahuan melalui ajang internasional.

Selama berkompetisi, mereka mempersiapkan ide-ide kreatif dan inovatif yang melibatkan kemampuan berpikir kritis dan strategi manajemen waktu. “Kami memiliki kesibukan masing-masing, sehingga manajemen waktu yang baik membuat kami tetap bisa mempersiapkan kompetisi tersebut,” ujar Valencia.

Proses yang mereka jalani tidaklah singkat. Kompetisi tersebut terbagi dalam tiga tahap dan berjalan secara daring melalui Zoom Meeting.

“Tahap pertama pada 19 April 2021 sampai 17 Mei 2021, kami mengumpulkan abstrak dari artikel ilmiahnya. Kemudian tanggal 21 Juni 2021 sampai 28 Juli 2021, kami mengembangkan abstrak menjadi artikel ilmiah penuh,” ungkap Rike, anggota tim.

 

Usung Inovasi Bernama Salego

Pada tahap ini, mereka memaparkan artikel ilmiah berjudul Digital Transformation Towards a Sustainable Business Growth: salego as the Future of Small and Middle Businesses (SMBs). “Inovasi kami berupa aplikasi bernama Salego, yang akan membantu para pelaku UMKM dengan fitur keuangan, pemasaran, pinjaman modal, pendidikan, analisis cerdas, dan acara. Kami berharap agar pelaku UMKM dapat memperoleh manfaat dari transformasi digital dan menjadi garda terdepan untuk perekonomian nasional,” tambahnya.

Rike dan tim masih harus menjalani tahap terakhir yang terbagi menjadi dua bagian. “Tanggal 22 hingga 26 Agustus 2021, kami membuat video singkat mengenai artikel kami dan kemudian mempresentasikannya pada 11 September 2021,” sambung Priskila.

Berbeda dari tahap sebelumnya, mereka mengusung judul Unlocking Digital Opportunities of 5G and Smart Manufacturing Solution for Boosting SMBs and Local Industries Performance. Mereka mengulas cara pandang sektor industri Indonesia menghadapi 5G dan Smart Manufacturing System (Industry 4.0)

Tantangan yang mereka hadapi, terletak pada proses brainstorming (pencarian ide, Red). Valencia menuturkan, bahwa mereka harus memperoleh ide ulasan artikel yang menarik, logis, inovatif, dan matang. Hal itu untuk menjawab tema yang ada, yakni Designing Adaptive Innovation with Digital Transformation. Selain itu, hal yang sangat diuji dalam kompetisi tersebut yakni pemecahan masalah, pembuatan keputusan, dan berpikir kritis.

Pada akhir, Valencia berpesan untuk tidak pernah ragu memanfaatkan kesempatan “Persiapkan dengan baik dan jangan pernah takut gagal,” pungkasnya.(*)(fgw/wil)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

X