Dosen Teknik Elektro Rancang Pengontrol Pengisian Baterai untuk Sistem Unit Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid

FTMM NEWS – Pembangkit Listrik Tenaga Hibrid Pandansimo adalah salah satu stasiun terbesar di Jawa Tengah dan Yogyakarta, yang memiliki pembangkit energi terbarukan dari tenaga surya dan angin. PLTH ini terdiri dari 40 turbin angin. Setiap turbin menghasilkan 1kW listrik dan juga 2 rangkaian panel surya dengan kapasitas 15 kW. PLTH yang berada di desa ikan, Pantai Pandansimo berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Keperluan tersebut ialah untuk menghasilkan seribu balok es per hari dan juga memompa air sumur untuk membakar lahan pertanian di garis pantai, terutama di musim panas. Sebaliknya, listrik juga terpakai untuk menerangi jalan dan pasokan untuk beberapa toko makanan di dekat pantai.

“PLTH ini memiliki tiga komponen utama, panel surya, generator, turbin angin, pengontrol pengisian daya baterai, dan juga inverter. Terkait dengan proses pengisian baterai, ada gas beracun yang timbul. Gas itu membentuk hidrogen dan oksigen. Kondisi itu akan menguntungkan pada konsentrasi tertentu,” ungkap Prisma Megantoro.

Tetapi jika berlebihan, akan menyebabkan ledakan. Di sisi lain proses pemakaian akan menyebabkan pemakaian yang berpotensi terlalu dalam. Hal ini dapat menyebabkan pengurangan siklus hidup baterai meskipun dari energi terbarukan.

Manfaat Controller

Untuk menghindari penyebab tersebut, pengontrol pengisian daya baterai berguna untuk melindungi baterai dari pengisian atau pemakaian berlebih. Pengontrol pengisian daya baterai juga bermanfaat untuk memberikan informasi kepada pengguna tentang kondisi baterai, sehingga pengguna dapat mengontrol konsumsi listrik.

“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan SCC (Solar Charge Controller)berbasis MPPT (Maximum Power Point Tracking) dengan algoritma PID untuk sistem baterai 120 volt dan panel surya 4 kWp. Komponen SCC dapat ditemukan dengan mudah di toko komponen elektronik lokal di sekitar Yogyakarta,” jelasnya.

Dalam implementasinya, perangkat SCC  mempunyai spesifikasi, yaitu bertegangan operasional 48 V dan daya operasional 500 Wp.

Pengujian yang berlangsung di lapangan menggunakan panel surya 400Wp60V, dan juga baterai 100Ah. Tes menunjukkan bahwa perangkat bekerja dengan baik. Indikator pengisian daya menunjukkan tegangan pengisian 54,4V dan arus 2,5A.

Tes juga dilakukan di sistem PLTH di lapangan. Pada pengujian lapangan ini, perangkat SCC menunjukkan kinerja yang baik. Dan sistem W-SCC dapat diterapkan untuk diterapkan langsung ke sistem HPW.(*)(wil)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts

Kenali Bahaya Wi-fi Publik

FTMM NEWS – Wi-fi publik merupakan wifi yang bebas diakses oleh siapapun tanpa dipungut biaya. Karena disediakan dengan gratis, wi-fi