Dosen FTMM Aplikasikan AirFeel v.3 Untuk Masyarakat Gili Iyang

FTMM NEWS – Pada tanggal 17-19 Maret 2023, Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Universitas Airlangga melakukan pengabdian masyarakat penugasan di Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep. Pengmas di “pulau oksigen” tersebut membawa 2 tema proyek yang diketuai oleh dosen Prodi Teknik Elektro FTMM. Salah satu tema tersebut adalah Implementasi AirFeel versi 3 untuk pemantauan berkelanjutan kondisi cuaca dan kualitas udara di Pulau Gili Iyang, Sumenep” yang diketuai oleh dosen Prisma Megantoro, S.T., M.Eng. 

“AirFeel versi 3 adalah alat yang berfungsi untuk pemantauan kondisi cuaca dan pengukuran tingkat kualitas udara yang terhubung dengan Internet of Things (IoT),” ujar Prisma.

Prisma Megantoro selaku ketua proyek AirFeel mengaku optimis, jika alat yang diciptakan bersama rekan dosen dan mahasiswa dapat bermanfaat bagi masyarakat Gili Iyang. Prisma juga menambahkan jika Pulau Gili Iyang merupakan pulau yang cocok untuk implementasi AirFeel, mengingat Gili Iyang merupakan pulau dikenal punya kadar oksigen yang baik. 

“Kami membawa dua jenis AirFeel yaitu AF5 dan AF7. AF5 kami letakkan di Pantai Ropet Desa Banraas sedangkan, AF7 kami letakkan Pantai Samirun Desa Bancamara,” ujar Rizki Putra Prastio, S.Si, M.T. selaku dosen pembantu pengmas.

Tio menambahkan jika pemilihan lokasi letak pemasangan berdasarkan survei yang telah dilakukan oleh Prisma dan sejumlah mahasiswa dari Instrumentation and Energy Research Community (IMERCY) pada Maret 2022 silam. 

 

Perbedaan AF5 dan AF7 adalah pada komponen yang digunakan. AF5 menggunakan board we mouse dan terdapat sd card. Sedangkan AF7 cara kerja menggunakan weathershield. AirFeel versi 3 baik AF5 maupun AF7 berfungsi untuk memantau kondisi cuaca dan mengukur tingkat kualitas udara. Pemantauan kondisi cuaca dilakukan dengan pengukuran terhadap parameter cuaca, meliputi; kecepatan dan arah angin, curah hujan, suhu, kelembaban dan tekanan udara. Selain kondisi cuaca, AirFeel versi 3 dapat mengukur tingkat kualitas udara. Pengukuran kualitas udara dilakukan dengan mengukur kadar 6 gas polutan dalam udara, yaitu, metana, hidrogen, ozon, karbon dioksida, karbon monoksida, dan amonia. 

Sementara menurut Heru Dwi Cahyono, mahasiswa TE, AirFeel ini terhubung dengan IoT sehingga dapat dikontrol melalui jarak yang jauh. Akses alat ini bisa melalui aplikasi yang dapat diunduh di play store, yaitu AirFeel Monitor. 

Heru juga menambahkan jika Aplikasi AirFeel Monitor dapat dipasang oleh semua orang akan tetapi membutuhkan akses khusus. Akses khusus ini hanya bisa didapatkan oleh para peneliti dan mitra. Akses penggunaan aplikasi dapat dilakukan dengan menghubungi admin untuk pendaftaran email. AirFeel menjadi bagian komitmen dosen untuk mewujudkan poin 9 dalam SDGs, yaitu industri, inovasi, dan infrastruktur.(ant/and)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts