Diskusi RN dengan PT. Pupuk Indonesia Bahas Potensi Kerjasama Produk Nano

FTMM NEWS – Prodi Rekayasa Nanoteknologi menerima kunjungan istimewa dari mitra dalam pengembangan sinergi dengan pihak eksternal. Kali ini, kunjungan datang dari PT. Pupuk Indonesia, perusahaan induk untuk badan usaha milik negara dalam bidang pupuk di Indonesia yang berbasis di Jakarta, Jum’at (20/01). 

Kunjungan ini merupakan agenda lanjutan dari pertemuan sebelumnya, dimana Prodi RN FTMM melakukan forum group discussion (FGD) pada Agustus 2022 lalu. Kunjungan ini diwakili Fasa Aditya Hanindipto dan Fathin Rasima Daulay dari Indonesia Fertilizer Research Institute PT. Pupuk Indonesia. Sementara dari unsur prodi, dihadiri Prof. Dr. Dra. Retno Sari, MSc., Apt Ketua Program Studi RN, dan empat dosen RN.

Menurut Prof. Dr. Dra. Retno Sari, MSc., Apt, kesempatan pertemuan ini membahas tentang pengembangan produk nano fertilizer untuk meningkatkan efisiensi dan kemanfaatan dari pupuk. Disamping membahas tentang kerjasama penelitian, juga dibicarakan tentang Kerjasama dalam Pendidikan misal Praktek Kerja Lapangan, magang dan penelitian S1/skripsi. PT.Pupuk Indonesia juga menyelenggarakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MSIB), sebuah program magang yang dipercepat dan diakselerasikan dengan pengalaman belajar yang dirancang dengan baik.

Indonesia Fertilizer Research Institute PT. Pupuk Indonesia menggandeng berbagai pihak yang melakukan riset di bidang nanoteknologi, salah satunya FTMM yang memiliki Prodi Rekayasa Nanoteknologi,” ujar Prof. Sari.

Lebih lanjut Prof. Sari menjelaskan, topik nano fertilizer dianggap menarik untuk dibahas, karena menjadi kebutuhan terkini dalam pengembangan teknologi pupuk di Indonesia. Teknologi nano pada pupuk, memberikan Tingkat efisiensi yang rendah (30-50%) dari pupuk konvensional, mendorong dikembangkan bentuk pupuk yang dapat meningkatkan nutrient use eficiency (NUE). Pengembangan pupuk dalam bentuk nano diketahui dapat meningkatkan efisiensi penggunaan dalam hal Introduksi nanofertilizer di sektor pertanian penyerapan, mengurangi kehilangan pupuk, memperpanjang durasi penggunaan. 

Selain itu, salah satu cara yang diusulkan dalam penelitian ini untuk mengatasi masalah kurang efisiennya penggunaan pupuk urea adalah pupuk berukuran nano (pupuk nano). Pupuk nano memiliki beberapa keuntungan diantaranya ekonomis, dapat meningkatkan penyerapan nitrogen oleh tanaman karena pelepasan nutirisi dapat langsung masuk ke dalam akar tanaman. Oleh karena itu, pupuk nano sangat bagus untuk dikembangkan dalam mengatasi masalah lingkungan dan kesehatan manusia.(and)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts