Airofest 2.0 – Empowering Human Potential Through Robotics & AI

FTMM NEWS – Airofest by Airnology 2.0 merupakan program kerja Himpunan Mahasiswa Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (HIMATERA) yang berkolaborasi dengan BEM FTMM. Sukses menggelar Lomba Bertingkat Nasional dua tahun berturut-turut. Airofest membuka dua cabang lomba yang sangat kompetitif, yaitu Coding Challenge dan Line Maze. Pada tahun ini, Coding Challenge berlangsung secara online pada tanggal 23-24 September 2023. Pesertanya 40 orang yang berasal dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia. Dari tingkat SMA sampai dengan tingkat Mahasiswa.   

Tingginya persaingan dalam Coding Challenge menghasilkan empat pemenang yang sangat sukses. Yaitu Nicholas Sindoro dari Universitas Kristen Petra, Ken Balya dari Universitas Indonesia, Jordy Wira Arta dari Universitas Bina Nusantara dan Muhammad Fitrayuda juga dari Universitas Bina Nusantara. Keempat pemenang ini tidak hanya meraih predikat terbaik, namun juga berhak mendapatkan total hadiah sebesar 2.100.000. Proses kompetitif ini memiliki dua tahap penting. Pertama, peserta wajib membuat skema coding berdasarkan pertanyaan. Dari sekian banyak peserta, hanya 10 semifinalis yang lolos ke babak selanjutnya. Pada hari kedua, para semi finalis akan saling bersaing di babak final. Final untuk menentukan empat besar pemenang yang berkesempatan untuk mempresentasikan hasil coding-nya.

Tanggal 8 Oktober 2023, GOR Kampus C Unair menjadi tuan rumah bagi kompetisi Airofest Line Maze yang dengan 28 tim peserta dari berbagai SMP/SMA di seluruh Indonesia. Tim-tim ini berasal dari berbagai kota seperti Surabaya, Mojokerto, Gresik, bahkan Jakarta, menunjukkan keragaman partisipan yang luar biasa. Kompetisi ini merangkul semangat persaingan yang sehat dalam bidang pemrograman dan robotika.

Peserta Ikut Tahapan Lomba

Kegiatan dimulai dengan serangkaian tahapan, termasuk pembukaan yang meriah, technical meeting yang informatif bersama juri, dan sesi tanya jawab yang menambah wawasan peserta. Kompetisi Line Maze terdiri dari dua sesi penting, yaitu sesi pemrograman dan sesi penilaian juri. Dalam sesi pemrograman, peserta diberi waktu 60 menit untuk memprogram robot mereka sebelum mengujinya secara langsung pada track yang telah disediakan. Setelah selesai, robot-robot tersebut mendapat penilaian juri. Para peserta dinilai berdasarkan seberapa banyak checkpoint yang berhasil mereka melewati track dan seberapa cepat mereka mencapai garis finish. Perlombaan ini berlangsung dalam dua babak, sehingga setiap tim berkesempatan untuk berkompetisi dua kali. Yang paling membanggakan, perlombaan berjalan dengan lancar tanpa kendala, menciptakan pengalaman yang berharga bagi semua peserta. Kompetisi Line Maze ini mendukung  minat dan keterampilan pemrograman serta robotika di kalangan siswa sekolah menengah.

Arfandi, selaku Ketua Pelaksana Airofest menyampaikan rasa syukur karena kompetisi ini sukses dan berjalan lancar meskipun pertama kali dilakukan secara offline. Kompetisi ini  memberikan kesan yang positif kepada semua peserta dan pihak yang terlibat. Kami berharap untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas acara ini di tahun-tahun mendatang, sehingga Airofest Line Maze dan Coding Challenge dapat menjadi lebih baik lagi dari tahun ini. Semoga kompetisi Airofest terus mendukung perkembangan teknologi maju di kalangan siswa SMP, SMA dan Mahasiswa di seluruh Indonesia.

Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kesuksesan Airofest by Airnology 2.0!

 

Penulis :
Editor : Ananta Adhi Wardana

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts