AirFeel V.2 : Inovasi Dosen Teknik Elektro yang Mampu Memantau Kondisi Cuaca dan Gas Polutan Berbasis Aplikasi Website

FTMM NEWS – “Ini merupakan sistem berbasis internet of things (IoT) untuk mengukur parameter cuaca dan polutan gas di udara dengan aplikasi web berbasis HTML. Parameter cuaca yang diukur meliputi; kecepatan dan arah angin, curah hujan, suhu dan kelembaban udara, tekanan udara, dan indeks UV. Di sisi lain, gas yang diukur adalah; amonia, hidrogen, metana, ozon, karbon monoksida, dan karbon dioksida,” terang Prisma Megantoro, S.T., M.Eng, pada Selasa (7/9/2021).

Prisma melalui inovasinya ini memperkenalkan teknik mengirim semua data secara simultan. Semua parameter yang dibaca oleh setiap sensor diubah menjadi string kemudian digabungkan menjadi dataset string, dimana dataset ini dikirim ke server secara simultan. Pada sisi user interface (UI), dataset yang telah diunduh dari server diurai untuk diproses, kemudian ditampilkan. Sistem mengaplikasikan Google Firebase sebagai server database real-time untuk data-data sensor dan menggunakan platform GitHub sebagai web hosting.

“Aplikasi web menggunakan platform pemrograman berbasis HTML. Hasil penelitian ini menunjukkan perangkat berhasil beroperasi dengan baik dalam memberikan informasi perihal cuaca dan kondisi gas secara daring,” jelasnya.

Prototipe AirFeel v.2 dengan aplikasi berbasis website

Sistem AirFeel terdiri dari; sensor, mikrokontroler, router, dan modem dipasang pada peralatan di lapangan. Mereka disuplai oleh adaptor 9V 10A. Sedangkan pengukuran parameter cuaca menggunakan anemometer, wind vane, dan rain gauge yang terintegrasi dengan sensor DHT 11 dan BMP dalam modul shield. Modul shield ini mengirimkan data melalui komunikasi serial ke mikrokontroler ESP32 Devkit C. Data cuaca tersebut ditambah dengan parameter intensitas cahaya matahari dan pengukuran 6 parameter gas polutan yang diukur dengan sensor-sensor gas (MQ-8, MQ-131, MQ-135, MQ-4, MQ-811, dan MQ-9). Data yang telah diolah kemudian diunggah  secara otomatis ke database server dan disimpan dalam kartu micro SD.

“Aplikasi berbasis web telah dibuat guna memantau semua parameter yang diukur. Aplikasi dapat diakses melalui laman https://ftmm.unair.ac.id/airfeelproject. Pengambilan data pada aplikasi web dilakukan dengan selang waktu 2 menit,” tandasnya.

 

AirFeel V.2

Metode dan Hasil

Perangkat lapangan terdiri dari berbagai sensor, mikrokontroler, dan router ditempatkan di lapangan untuk pengukuran real-time. Penempatannya berada di atas Gedung Nanizar Zaman Joenoes, Universitas Airlangga, Surabaya. Tepatnya pada koordinat -7.266329, 112.78436. Installasi alat 00tersebut pada konstruksi tertinggi di gedung yang memiliki ketinggian sekitar 80 meter.

Alat ukur kecepatan angin atau anemometer yang digunakan adalah kincir angin vertikal yang memiliki 3 kisi berbentuk sendok. Jenis turbin vertikal membuatnya mampu menangkap angin dari segala arah. Wind vane yang berbentuk sirip digunakan untuk mengukur sudut arah datangnya angin. Sirip ini digunakan supaya baling-baling angin dapat berputar searah dengan arah angin. Sedangkan pengukuran curah hujan dilakukan dengan rain gauge yang berbentuk seperti wadah jungkat-jungkit. Sensor UV S12SD digunakan untuk mengukur level intensitas cahaya matahari.

Tampilan UI pada halaman web dibuat untuk memantau pengukuran kondisi cuaca dan gas-gas polutan. Semua data pengukuran untuk parameter cuaca dan gas udara ditampilkan dalam bentuk numerik. Perancangan aplikasi web ini dibuat menarik dan informatif, sehingga memudahkan pengguna untuk mengamati kondisi cuaca dan kadar gas polutan di sekitar lokasi penempatan perangkat di lapangan. Perangkat lapangan akan mengunggah dataset setiap 1 menit.

“Data tersebut kemudian disimpan dalam database secara real-time. Data yang diupload selalu diganti dengan data terbaru, sehingga penyimpanan database ini tidak bersifat sementara. Dalam aplikasi web, permintaan data dilakukan dalam interval 2 menit. Setiap kali selama periode ini, aplikasi akan meminta data akses data ke database real-time untuk ditampilkan dalam bentuk teks pada halaman web database. Setelah data ini diperoleh oleh aplikasi klien, kemudian diproses dan ditampilkan pada laman https://ftmm.unair.ac.id/airfeelproject,” imbuhnya.

Perancangan sistem stasiun cuaca dan pengukuran 6 jenis gas polutan berhasil dibuat untuk mengamati cuaca dan kondisi udara yang sebenarnya. Uji lapangan menunjukkan bahwa semua parameter cuaca yang diukur, yaitu arah dan kecepatan angin, curah hujan, indeks UV, suhu dan kelembaban udara, dan tekanan udara memiliki hasil pengukuran yang akurat dan presisi.

“Hasil pengukuran menunjukkan perubahan nilai parameter dalam 1 siklus harian. Nilai parameter gas yang diukur dalam 1 siklus harian juga menunjukkan hasil yang presisi. Aplikasi web UI sangat berguna untuk memberikan informasi secara a tentang semua parameter setiap 2 menit melalui jaringan publik dan Firebase. Penyimpanan data offline pada SD Card dapat disimpan dan dapat diakses dengan baik bagi pengguna yang ingin mendapatkan riwayat pengukuran dalam jangka waktu tertentu,” pungkasnya.(*)(prsm/wil)

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on email
Email
Share on linkedin
LinkedIn

Related Posts